Home » Panduan Ternak Kelinci untuk Pemula dari A-Z

Panduan Ternak Kelinci untuk Pemula dari A-Z

oleh tukang konten
Panduan Ternak Kelinci Sukses bagi Para Pemula

Kelinci adalah salah satu hewan ternak yang lucu dan menggemaskan hingga banyak orang yang ingin memeliharanya. Hal inilah yang membuat usaha ternak kelinci semakin berkembang dan sukses karena pecinta kelinci yang terus bertambah.

Bagi pecinta kelinci, tidak ada salahnya terjun di bidang usaha ini karena bisa memberikan hasil yang memuaskan. Meski begitu, ada beberapa hal penting yang wajib dipelajari agar tidak salah mengambil langkah ketika menjalankan peternakan kelinci ini.

Kategori Ternak Kelinci

Kategori Ternak Kelinci
Source: scmp.com

1. Kelinci Pedaging

Setiap peternak memiliki tujuan tersendiri dalam membudidayakan kelinci, apakah mengambil dagingnya atau bukan. Ciri khas kelinci pedaging adalah lebih mudah tumbuh besar, gemuk, dan mudah berkembang biak sehingga daging yang bisa diambil bisa lebih banyak.

Penampilan dan warna bulu kelinci pedaging tidak terlalu penting karena yang paling diperhatikan adalah kelinci harus tumbuh sehat dan tambun. Budidaya kelinci pedaging cocok untuk para pemula karena harganya yang relatif lebih murah, sekitar Rp80.000 – Rp150.000.

Pakan kelinci pedaging juga lebih mudah dijumpai dan harganya relatif murah sehingga tidak perlu perawatan yang mahal.

2. Kelinci Hias

Bukan hanya kelinci pedaging, banyak juga para peternak yang memilih budidaya kelinci hias karena penampilannya yang menawan. Kelinci hias ini memiliki bulu yang tebal, indah dan postur tubuh ideal hingga membuat siapa saja ingin memeliharanya.

Biasanya, kelinci hias dihasilkan dari indukan kelinci yang didatangkan dari luar negeri. Perawatan kelinci hias tentu lebih sulit dan membutuhkan dana yang tidak sedikit, bahkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah, ditambah dengan vitamin dan pakan untuk merawat bulunya.

Jenis Kelinci Budidaya

1. New Zealand White

New Zealand White
Source: pethelpful.com

Meski bernama New Zealand, tapi kelinci ini berasal dari AS (Amerika Serikat) dengan bobot mencapai 5,5kg. Kelinci yang merupakan hasil persilangan jenis flemish giant ini memiliki umur cukup panjang, yaitu 10 tahun dan rata-rata bisa beranak hingga 10-12 ekor anakan.

Biasanya, jenis kelinci ini menjadi indukan kelinci pedaging sehingga banyak peternak Indonesia yang memilihnya untuk budidaya.

2. Flemish Giant

Flemish Giant
Source: animals.howstuffworks.com

Selanjutnya, ada jenis kelinci yang cocok dibudidayakan sebagai kelinci pedaging, yakni Flemish Giant dengan bobot mencapai 10kg. Ras kelinci ini sering dijadikan ternak kelinci memiliki ciri-ciri telinga lebar, tubuh panjang, warna bulu cokelat, abu-abu gelap atau hitam kecokelatan.

3. Netherland Dwarf

Netherland Dwarf
Source: pinterest.com

Jenis kelinci lain yang sering dibudidayakan di Indonesia adalah Netherland Dwarf yang konon di bawa orang Belanda di masa kolonial. Hewan peliharaan ini memiliki tubuh yang mungil dan pertumbuhan lambat jadi banyak yang menganggap kurang tepat untuk bisnis ternak.

4. Rex

Rex
Source: wikipedia.org

Ras kelinci lain yang ternak dalam usaha ternak adalah Rex yang berasal dari AS. Banyak warga AS yang memelihara kelinci pada tahun 1980-an tapi kelinci jenis ini juga memiliki daging yang banyak sehingga sering dijadikan budidaya kelinci pedaging.

Rata-rata bobot kelinci rex bisa mencapai 4 kg dan bulunya tidak mudah rontok jadi kulitnya juga dimanfaatkan oleh para peternak.

5. Angora

Angora
Source: kidadl.com

Kelinci budidaya ini memiliki bulu yang khas, yakni tebal dan halus hingga membuat penampilannya lucu. Hewan peliharaan ini sering dimanfaatkan sebagai bahan baku wol karena bulunya yang tebal, bahkan tubuhnya yang besar bisa mencapai 6 kg.

6. Satin

Satin
Source: animalcorner.org

Jenis kelinci terakhir yang sering dibudidayakan di Indonesia adalah Satin, kelinci yang berasal dari AS. Kelinci ini memiliki bobot mencapai 5 kg untuk umur lebih dari 6 bulan dengan ciri khas leher pendek, kepala lebar, dan tubuh yang panjang.

Ras kelinci ini memiliki banyak variasi bulu, mulai dari putih, hitam, cokelat, dan warna california, artinya tubuh berwarna putih tapi hidung, telinga, ujung kaki dan ekor berwarna hitam.

Kandang Kelinci Ternak

Kandang Kelinci Ternak
Source: asuransiku.id

Sebelum menjalankan bisnis ternak kelinci, harus tahu kandang yang tepat untuk budidayanya. Kandang adalah salah satu faktor penting yang harus dimiliki dan dibuat secara baik. Ada dua jenis kandang yang biasa digunakan, yaitu kandang dengan sistem tertutup dan sistem terbuka.

1. Kandang Sistem Terbuka

Kandang sistem terbuka biasanya berupa hamparan tanah berumput dengan pagar yang membatasinya agar kelinci bisa berkeliaran di alam bebas tapi tetap dalam area tertentu. Jenis inibiasanya memiliki tempat istirahat dan berteduh untuk para kelinci.

Pembuatan kandang ternak kelinci ini membutuhkan lahan yang cukup luas, tapi peternak tidak perlu khawatir tentang pemberian pakan karena biasanya kelinci akan mencari sendiri.

2. Kandang Sistem Tertutup

Selain sistem terbuka, kandang kelinci juga sering dibuat dengan sistem tertutup, yaitu membatasi kandang menggunakan lantai, tembok hingga atap. Jenis kandang ini cocok untuk peternakan kelinci secara intensif, tapi juga harus mengenal dua jenis sistem tertutup.

Pertama, kandang postal yang berisi beberapa ekor kelinci sekaligus untuk kelinci berkembang biak dan merawat anaknya. Berbeda dengan tipe kandang baterai yang sengaja didesain agar kelinci berada pada tiap naungan berbeda berupa rak bersusun.

Cara Memilih Indukan Kelinci

Cara Memilih Indukan Kelinci
Source: humanesociety.org

Pemilihan indukan kelinci sangat berpengaruh terhadap kualitas anakan yang dihasilkan dalam usaha ternak kelinci.

Tingkat keberhasilan budidaya kelinci di masa depan tergantung pada bibit indukan kelinci jadi perlu adanya cara ternak kelinci untuk memilih indukan.

  • Kelinci harus memiliki riwayat kesehatan yang baik dan terhindar dari berbagai macam penyakit.
  • Kelinci harus memiliki kemampuan untuk menghasilkan banyak anakan dalam sekali kelahiran agar keuntungan usaha ternak lebih besar.
  • Kelinci harus memiliki berat sekitar 3-5 kg untuk jantan dan 4-5 kg untuk indukan kelinci betina.
  • Pastikan kelinci memiliki pinggul berbentuk bulat penuh, mata cerah, tidak sayu dan lesi, serta bulu yang bersih, khususnya di area alat kelaminnya.
  • Indukan kelinci yang berkualitas memiliki punggung yang tidak terlihat cekung.
  • Indukan kelinci harus terlihat segar dan aktif bergerak.

Pakan Kelinci Ternak

Pakan Kelinci Ternak
Source: baamboozle.com

Kelinci yang hidup di alam bebas biasanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan sekitar. Meski kelinci budidaya bisa mengonsumsi tumbuh-tumbuhan, tapi butuh tambahan vitamin agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat sehingga bisa segera di panen.

Beberapa jenis pakan yang bisa diberikan pada kelinci budidaya, antara lain daun singkong, jobak, sawi, wortel, daun kacang tanah, pepaya, jagung dan rumput-rumputan. Selain itu, kelinci budidaya juga membutuhkan konsentrat untuk menambah nutrisi pakan.

Biasanya, pakan konsentrat untuk kelinci budidaya adalah pelet buatan pabrik sehingga pemberian pakan lebih praktis dan mudah. Apalagi, pelet tersebut mengandung nutrisi yang lebih lengkap maka kebutuhan nutrisi kelinci terpenuhi dengan baik.

Hanya saja, pelet dijual dengan harga yang lebih mahal jadi perlu diperhitungkan anggaran yang dimiliki. Sejak kelinci berusia dua minggu, pakan berupa tumbuh-tumbuhan atau hijauan sudah bisa diberikan, tapi pastikan tumbuhan layu terlebih dulu.

Kelinci membutuhkan pakan dengan jumlah yang pas, yakni 4-5% dari bobot tubuhnya tiap hari tapi kelinci muda yang berusia 4 bulan membutuhkan pakan hijau sekitar 20% dari total pakannya.

Setelah kelinci berusia lebih dari 4 bulan, pakan hijau yang dibutuhkan sekitar 60% dari total kebutuhan pakannya. Bukan hanya jumlah pakan yang perlu diperhatikan, ada baiknya pemberian pakan hijauan dan konsentrat perlu dipisahkan waktunya, seperti pagi dan sore.

Proses Mengawinkan Kelinci

Proses Mengawinkan Kelinci
Source: humanesociety.org

Memperhatikan tingkat kelahiran anakan kelinci sangat penting untuk mengetahui produktivitas kelinci budidaya yang sedang dijalankan. Setelah memasuki tahap dewasa, kelinci biasanya siap dikawinkan di usia 6-12 bulan, tergantung pada ras kelinci.

Sebelum melakukan proses kawin pada kelinci, pastikan mengetahui jika ada dua cara untuk mengawinkan kelinci dan berikut informasi lengkapnya.

1. Perkawinan Secara Berkelompok

Cara ini dilakukan dengan menempatkan sejumlah ekor betina dan jantan dalam satu tempat yang sama. Untuk 5 sampai 10 ekor kelinci betina, hanya diperlukan 1 kelinci jantan jadi proses kawin bisa dilakukan secara bersamaan.

2. Perkawinan Secara Berpasangan

Berbeda lagi perkawinan secara berpasangan yang dilakukan dengan menempatkan satu ekor kelinci jantan dan satu ekor kelinci betina dalam kandang yang sama. Cara perkawinan ini membutuhkan pengamatan yang jeli karena bisa saja kedua kelinci tidak saling cocok.

Jika terlihat ketidakcocokan antara kedua kelinci tersebut, maka segera ganti kelinci jantan dengan lainnya agar proses pengawinan bisa berhasil.

Panen Kelinci Ternak

Panen Kelinci Ternak
Source: britannica.com

Sebenarnya tidak ada aturan tertentu yang membahas tentang kapan kelinci budidaya bisa mulai dipanen karena tergantung pada kondisi tiap kelinci. Biasanya, kelinci hias apapun rasnya bisa dijual ketika masih muda sekalipun agar bisa segera dipelihara.

Jika peternak memang fokus untuk menjual kelinci anakan, maka usia paling tepat untuk panen adalah lebih dari dua bulan atau sesudah masa penyusuan. Hal ini dikarenakan kelinci yang sudah melewati masa penyusuan bisa terlepas dan hidup terpisah dari induknya.

Berbeda dengan kelinci pedaging yang harus memperhatikan bobot dan usianya agar daging yang dihasilkan lebih berkualitas. Biasanya, kelinci pedaging bisa dipanen ketika memiliki bobot mulai 2 sampai 3 kg dan usianya lebih dari 3,5 bulan.

Tiap kelinci membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk penggemukan, tapi rata-rata membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Waktu itulah menjadi waktu yang tepat untuk menjual kelinci pedaging karena jika terlalu lama menyimpannya maka sudah tidak ekonomis.

Semakin besar kelinci, maka semakin banyak pakan yang dibutuhkan sehingga pengeluaran usaha ternak akan lebih besar dibanding sebelumnya. Oleh karena itu, pastikan memanen kelinci tepat waktu untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Bagi yang ingin menjalankan usaha ternak kelinci dari awal, pastikan untuk memahami setiap informasi di atas dengan baik. Buatlah rencana usaha yang matang, mulai dari jenis kelinci budidaya, anggaran, dan persiapkan semua keperluan dengan baik. 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar