Home ยป Peluang Ternak Domba dan Tips Usaha untuk Pemula

Peluang Ternak Domba dan Tips Usaha untuk Pemula

oleh tukang konten
Peluang Ternak Domba dan Tips Usaha

Peternakan adalah salah satu usaha menjanjikan yang sangat diminati masyarakat Indonesia, apalagi dengan kemudahannya mendapatkan pakan ternak. Banyak hewan ternak yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan modal yang dimiliki, misalnya saja ternak domba.

Hasil ternak memang cukup menjanjikan, tapi tidak mudah untuk menjalankan usaha ternak sebagai pemula. Oleh karena itu, harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang hewan ternak yang akan dipilih dan bagaimana cara budidayanya yang tepat.

Peluang Usaha Ternak Domba

Peluang Usaha Ternak Domba
Source: gdmorganic.com

Populasi domba di Indonesia cukup besar, bahkan bisa menemukan kualitas unggul dengan berbagai jenis domba yang ada. Peternakan memiliki peluang usaha yang terbuka lebar karena Indonesia memiliki tanah luas dan subur.

Selain itu, tingkat biaya operasional peternakan bersaing dan tingkat pasar domba nasional yang cukup tinggi. Jadi, tidak ada salahnya memulai usaha peternakan domba berskala kecil, misalnya dengan memanfaatkan lahan yang ada di rumah.

Tidak mudah memang memulai usaha ternak dari awal, tapi bisa melakukan evaluasi setelah usaha berjalan dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu, bisa membuat rencana atau strategi untuk mengembangkan usaha ternak di kemudian hari.

Jenis Domba yang Bisa Dibudidayakan

Ada beberapa jenis domba yang biasanya dibudidayakan oleh peternak. Jenis domba ini dipilih sesuai dengan tujuan ternak yang ingin didapatkan. Berikut beberapa jenis domba yang umumnya diternak oleh masyarakat:

1. Domba Garut

Domba Garut
Source: youtube.com

Dalam usaha ternak, jenis domba yang satu ini dikenal dengan kualitas unggulnya sehingga menjadi pilihan banyak peternak. Domba garut memiliki ciri khas berupa bulu berwarna hitam, putih atau campuran dari keduangan.

Ada perbedaan antara domba Garut jantan dan betina di mana domba jantan memiliki tanduk melingkar yang hampir menyatu, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk. Keduanya memiliki bentuk tubuh besar dan terlihat kekar jadi cocok untuk usaha ternak domba Garut.

2. Domba Ekor Gemuk

Domba Ekor Gemuk
Source: kandangkondang.id

Jenis domba lain yang bisa dibudidayakan adalah domba ekor gemuk dengan ciri khas bulu berwarna putih dan tekstur cukup kasar. Domba ekor gemuk memiliki bentuk badan dan ekor yang panjang, besar sekaligus lebar jadi memiliki daging yang lebih banyak.

Domba ekor gemuk jantan dan betina tidak memiliki perbedaan yang signifikan, apalagi keduanya tidak memiliki tanduk sehingga cukup sulit dibedakan tanpa memeriksanya lebih lanjut.

3. Domba Corriedale

Domba Corriedale
Source: pixabay.com

Domba corriedale juga menjadi salah satu jenis domba yang bisa dibudidayakan di Indonesia. Ciri khas dari domba ini adalah bulu berwarna putih, bentuk badan yang padat, warna hitam di ujung hidung, dan terlihat bulu yang menutupi bagian kedua kaki depan dan belakang.

Jenis domba corriedale juga tidak memiliki perbedaan signifikan antara domba jantan maupun betina karena keduanya sama-sama memiliki tanduk yang diselimuti bulu putih.

4. Domba Dormer

Domba Dormer
Source: contohartikel-ku.blogspot.com

Jika masih bingung mencari jenis domba untuk usaha ternak, tidak ada salahnya memilih domba dormer. Domba dengan bulu berwarna putih ini memiliki perawakan yang ramping, tapi terlihat besar karena bulu-bulu yang menutupi kulit longgarnya.

Tubuhnya terkesan berlipat-lipat jadi membuatnya terlihat lebih besar, padahal ramping. Domba betina tidak memiliki tanduk, sedangkan domba dormer jantan memiliki tanduk melengkung dan besar.

5. Domba Suffolk

Domba Suffolk
Source: dispertikan.magelangkab.go.id

Jenis domba terakhir yang bisa dibudidayakan adalah domba suffolk dengan warna bulu putih, sedangkan pada bagian kaki ada bulu berwarna hitam. Domba ini sebenarnya memiliki badan yang ramping, tapi bulu tebal menutupi sekujur tubuh hingga ke muka.

Bulu penuh inilah yang membuat domba suffolk terlihat ringan. Ciri khas lain dari domba ini adalah tidak memiliki tanduk, baik domba jantan maupun betina.

Jenis Pakan Domba Ternak

Jenis Pakan Domba Ternak
Source: kompas.com

1. Rumput

Rumput menjadi pakan yang paling sering diberikan untuk domba ternak karena mudah dijumpai, khususnya di daerah pedesaan. Mencari rumput di ladang, kebun atau halaman akan mengurangi biaya pengeluaran sehingga bisa menghemat.

2. Daun Singkong

Sebagian peternak mungkin sulit menemukan rumput liar dengan jumlah besar, tapi tidak perlu khawatir karena masih ada jenis pakan lainnya, seperti daun singkong. Solusi ternak domba tanpa ngarit ini juga bisa memenuhi kandungan nutrisi yang diperlukan domba.

Daun singkong bisa dibilang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, mulai dari BETN, lemak, SK, PK, BK, Ca, P hingga kandungan abu. Daun singkong bisa diberikan langsung pada domba karena cukup mudah dikunyah.

3. Daun Lamtoro atau Petai Cina

Jenis pakan lain yang biasanya diberikan pada domba adalah daun lamtoro atau daun petai cina. Daun yang mudah ditemukan di Indonesia ini bisa dijadikan pakan alternatif ketika tidak menemukan daun singkong, tanaman tebu atau rumput di pekarangan rumah.

Kelebihan dari daun lamtoro sebagai pakan domba adalah SK, PK, kandungan lemak, BETN dan kandungan abu yang relatif kecil.

4. Ampas Kelapa

Ternyata bukan hanya daun daunan hijau yang bisa dijadikan pakan domba ternak, tapi juga ampas kelapa. Biasanya, ampas kelapa hanya dibuang begitu saja sebagai limbah rumah tangga jadi bisa memanfaatkannya sebagai campuran pakan domba.

Campuran ini memberikan nutrisi yang lebih lengkap, mulai dari kalsium, lemak, hingga protein. Kandungan lemak yang mencapai 31 persen ini baik untuk proses penggemukan domba.

Selain itu, ampas kelapa juga mengandung BK yang cukup tinggi, BETN, protein dan kalsium sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi domba ternak.

5. Lamtoro Kering

Jika sebelumnya bisa memanfaatkan daun lamtoro sebagai alternatif pakan domba, lamtoro kering ternyata juga bisa dijadikan campuran untuk penggemukan domba. Kandungan yang terdapat di dalamnya, antara lain fosfor, Ca, SK, PK, TDN dan BK.

Takaran Pemberian Pakan Domba Ternak

Takaran Pemberian Pakan Domba Ternak
Source: ekonomi.bisnis.com

Pemberian pakan pada domba tidak boleh dilakukan sembarangan karena ada takaran yang harus diperhatikan agar memberikan manfaat secara optimal. Pemberian pakan di pagi, siang dan sore hari memiliki sedikit perbedaan yang wajib diketahui.

Pada pagi hari, pemberian pakan hijauan sekitar 10-20% dari total tubuhnya, namun harus ada pakan sebelumnya yang diberikan sebagai tambahan, yakni pakan dengan konsentrat sebesar 1-2% dari bobot domba.

Sedangkan, pemberian pakan pada siang hari adalah campuran dari pakan utama dengan pakan alternatif dengan takaran 2% dari kebutuhan per hari.

Berbeda lagi dengan pemberian pakan pada sore hari, yakni dengan memberikan pakan utama berupa hijauan sebesar 10-20% dari bobot domba seperti pada pemberian di pagi hari.

Jumlah Domba Ternak

Jumlah Domba Ternak
Source: bobo.grid.id

Sebelum memulai ternak domba, penting untuk mengetahui berapa jumlah domba yang cocok untuk pemula, baik domba ternak maupun betina. Pada dasarnya, jumlah domba ternak bisa disesuaikan dengan modal yang dimiliki.

Semakin besar modal yang dimiliki, maka semakin banyak pula jumlah domba yang bisa dijadikan ternak. Meski begitu, perlu adanya batasan dalam membeli domba sebagai pemula agar tidak kesulitan dalam merawatnya, yakni sekitar 11 domba saja.

11 domba tersebut terdiri dari 1 domba jantan dan 10 domba betina agar bisa berkembang biak dengan baik. Perbandingan yang paling tepat dari jumlah domba jantan dan betina adalah 1:10 untuk sistem kawin yang dituntun atau hand mating.

Lokasi Ternak yang Tepat

Lokasi Ternak yang Tepat
Source: travel.detik.com

Bukan hanya jumlah domba ternak, juga harus memperhatikan pemilihan lokasi ternak yang tepat agar hasilnya lebih menjanjikan. Daya adaptasi domba terbilang cukup tinggi sehingga daerah pegunungan yang dingin maupun pantai yang panas bisa dijadikan pilihan.

Meski begitu, ada daerah tertentu yang menunjang pertumbuhan kambing lebih maksimal, yakni di daerah dengan tingkat kelembapan udara tidak begitu tinggi dan memiliki temperatur sekitar 25-30oC.

Daerah yang kurang baik untuk peternakan domba adalah daerah dengan tingkat hujan tinggi meski sumber pakan hijau banyak karena tingkat kelembapannya cenderung lebih tinggi. Jika dipaksakan, domba menjadi lebih mudah sakit, seperti mengalami flu.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah memilih daerah dengan lahan datar dibanding miring dan memiliki sumber air untuk minum. Bukan hanya pemilihan daerah, kandang dan alat kebersihan juga harus terjamin agar domba tidak mudah terserang penyakit.

Ketersediaan sumber air juga perlu dipertimbangkan karena air bersih yang mengalir lebih baik untuk kesehatan domba daripada air tanah dari pompa.

Tips Usaha Ternak Domba

Tips Usaha Ternak Domba
Source: kumparan.com

Memulai usaha ternak memang tidak bisa dilakukan sembarangan, ada berbagai persiapan dan tips usaha yang perlu diketahui dengan baik. Ini dia beberapa tips usaha untuk ternak hewan domba yang bisa diketahui:

1. Pilih Indukan Berkualitas

Kualitas indukan akan berpengaruh pada domba anakan yang dihasilkan jadi pastikan memilih indukan yang sehat, tidak cacat, dan tidak berpenyakit. Beberapa bagian yang harus diperiksa untuk memastikan kesehatannya, antara lain kulit, bulu, daging, mulut hingga mata.

Domba yang lincah atau aktif juga menjadi salah satu ciri bahwa indukan tersebut berkualitas jadi perlu dilakukan observasi sebelum membeli indukan.

2. Mulai Mengawinkan Domba

Domba anakan yang berkualitas tidak hanya dihasilkan oleh indukan berkualitas, tapi juga proses kawin yang tepat. Sebagai peternak, penting untuk mengetahui bagaimana mengawinkan domba jantan dan betina dengan baik.

Satu domba jantan bisa mengawini tiga domba betina sekaligus. Selama proses kawin, pastikan kebutuhan air, vitamin atau nutrisi terpenuhi dengan baik.

3. Perawatan Domba dengan Baik

Jika proses kawin berhasil dan terjadi kelahiran domba, maka bersihkan bayi domba tersebut dari lendir di sekitar mulut dan hidung. Selanjutnya, harus bisa merawat anakan domba dengan baik, yakni mendekatkan anak pada indukan domba agar bisa menyusu.

Apabila bayi domba tidak mau menyusu, bisa mengambil kolostrum dari indukan lalu memberikannya langsung pada bayi domba.

4. Memperhatikan Kebersihan Kandang

Selanjutnya, perhatikan juga kebersihan kandang karena bisa berpengaruh pada kesehatan domba. Kandang harus dibersihkan setiap hari agar terhindar dari berbagai macam kuman, bakteri atau virus yang bisa menyerang domba.

5. Melakukan Vaksinasi

Tips lain yang tidak boleh dilewatkan adalah melakukan vaksinasi agar domba tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Untuk mendapatkan vaksinasi yang tepat, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.

6. Pemberian Pakan Terbaik

Tips terakhir yang harus diperhatikan adalah pemberian pakan sesuai nutrisi yang dibutuhkan oleh domba berdasarkan usianya. Paling tidak, pakan diberikan sebanyak dua kali sehari, yakni pagi dan sore dengan takaran yang sesuai.

Bagi yang ingin memulai usaha ternak domba, pastikan untuk menyimak ulasan di atas hingga selesai sebagai bekal pengetahuan agar tidak salah langkah. Dibutuhkan usaha keras dan konsistensi yang cukup tinggi untuk mengembangkan usaha peternakan domba.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar