Home » 10 Ciri Ciri Perkutut Lokal Yang Bagus Untuk Kompetisi

10 Ciri Ciri Perkutut Lokal Yang Bagus Untuk Kompetisi

oleh tukang konten
10 Ciri Ciri Perkutut Lokal Yang Bagus Untuk Kompetisi

Burung Perkutut lokal dicari oleh penggemar burung bukan sekedar untuk di pelihara. Namun bisa dijadikan cuan dengan mengikutsertakannya pada perlombaan burung Perkutut. Burung perkutut mempunyai dua jenis yaitu lokal dan bangkok.

Jenis lokal biasanya yang sering diikutsertakan dalam perlombaan burung, sedangkan jenis bangkok biasanya hanya sekedar dipelihara karena suaranya lebih besar dari jenis lokal. Jika mempunyai burung Perkutut dan ingin diikutsertakan dalam perlombaan sebaiknya perhatikan ciri-cirinya.

Ciri Khas Burung Perkutut Jenis Lokal Secara Umum

Ciri Khas Burung Perkutut Jenis Lokal Secara Umum
Source: en.wikipedia.org

Sebelum mengetahui ciri-ciri burung Perkutut yang bagus untuk kompetisi, sebaiknya ketahui terlebih dahulu ciri-ciri burung Perkutut jenis lokal agar tidak tertukar dengan jenis bangkok. Berikut ciri-ciri fisik secara umum Perkutut jenis lokal:

  • Warna bulu lebih banyak berwarna coklat.
  • Memiliki suara kicauan pelan dan lembut.
  • Jenis Perkutut lokal memiliki kaki berwarna ungu, merah cenderung hitam.
  • Memiliki ukuran kaki yang pendek.
  • Mempunyai ekor yang lebih panjang dan berbentuk runcing di bagian ujungnya.
  • Memiliki bentuk kepala yang lebih kecil.
  • Ukuran leher lebih pendek.
  • Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil.
  • Pada bagian dadanya memiliki warna bulu lebih gelap.
  • Terdapat garis halus di bagian lehernya.
  • Memiliki mental yang fighter. Artinya burung Perkutut jenis lokal tidak takut didekati oleh siapapun. Burung ini akan tetap berkicau dan terlihat pemberani serta terkesan melawan.
  • Memiliki punggung yang menonjol serta dada yang membusung. Punggung yang menonjol ke atas mirip punduk unta.
  • Memiliki selaput kulit di area lingkar mata serta memiliki ukuran lebih kecil dan tipis berwana abu-abu cenderung kebiruan.
  • Memiliki ukuran hidung yang agak besar. Jika hidung besar maka pernapasan burung bisa lebih panjang dan kuat.

Ciri-Ciri Perkutut Lokal yang Bagus untuk Mengikuti Perlombaan

Burung Perkutut yang bagus untuk mengikuti kompetisi biasanya jenis lokal. Memiliki panjang sekitar 21 cm , berekor panjang serta tidak bertubuh gemuk. Biasanya burung Pekutut hidup berkelompok dan berpasangan. Berikut ciri khas burung Perkutut yang cocok untuk mengikuti perlombaan:

1. Postur Tubuh yang Proporsional

Postur Tubuh yang Proporsional
Source: pixabay.com

Ciri khas burung Perkutut yang bagus untuk mengikuti lomba memiliki tubuh yang proporsional. Burung Perkutut tidak bertubuh gemuk, dada berbentuk bidang dan punggungnya agak membungkuk. Selain itu bulu burung harus bagus dan berkualitas yang terpenuhi gizi makanannya.

Karena jika gizi burung terpenuhi akan terlihat dari dari bulunya yang tampak indah dan mengkilap. Burung perkutut yang sehat selain bulu yang mengkilap juga bentuk tubuhnya atletis tidak gemuk juga tidak kurus namun berisi dan bentuk tubuh proporsional dan berekor panjang.

Ukuran tubuh Perkutut yang Proporsional mempengaruhi kualitas suara. Tubuh Perkutut tidak hanya besar tapi senderung bulat. Karena hal tersebut menandakan bahwa fisik Perkutut kuat dan memenuhi kriteria untuk diikutkan kompetisi.

Agar tubuh burung Perkutut dapat proporsional dan memenuhi krteria lomba maka perlu diperhatikan cara merawatnya sebagai berikut:

  • Ketahui jenis kelaminnya jenis jantan atau betina. Cara membedakan burung Perkutut jantan dan betina jenis lokal adalah denganmemperhatikan gerakannya. Jika Perkutut jantan akan bergerak lebuh kuat dan lincah.
  • Selain itu warna Perkutut jantan lebih banyak putih di area wajahnya. Ukuran paruh lebih panjang dan tebal. Memiliki sorot mata yang lebih tajan dibandingkan dengan betina. Bentuk kepala lebih lonjong dan ruar kaki lebih tebal.
  • Sedangkan Perkutut betina, memiliki paruh lebih pendek dantipis, dengan sorot mata yangsayu. Sedangkan bentuk kepala lebih bulat dibandingkan dengan jantan, serta memiliki ruas kaki lebih tipis.
  • Memandikan Perkutut secara rutin dengan spray khusus agar bulu terlihat mengkilap.
  • Jemur Perkutut setiap hari antara jam 7 sampai 10 pagi agar tidak mudah sakit. Berikan makanan yang sehat agar menghasilkan suara yang bagus. makanan tersebut di antaranya: tulang sotong, biji-bijian, beras merah, gabah, kacang hijau, ketan hitam, jewawut, dan millet.

2. Bentuk Kepala Lonjong

Bentuk Kepala Lonjong
Source: hihort.blogspot.com

Burung Perkutut yang bagus untuk lomba dari jenis lokal yaitu memiliki bentuk kepala yang lonjong. Dengan warna kepala abu-abu, dan bulu punggung berwarna coklat dengan sisi tepi berwarna hitam. Bagian sisi leher terdapat garis halus.

Paruh Perkutut berwarna abu-abu cenderung biru. Bentuk kepala lebih mirip buah pinang muda. Perbedaannya denganjenis bangkok, jenis lokal memiliki kepala lebih besar yang menunjukkan otaknya pintar.

Perkutut yang bagus untuk kompetisi memiliki suara yang merdu dan tidak besar. Dengan bentuk paruh tebal dan tidak begitu panjang.

3. Mata Bulat dan Jernih

Mata Bulat dan Jernih
Source: stock.adobe.com

Jenis Perkutut lokal yang bagus untuk lomba memiliki mata bulat dan jernih. Sorot mata yang sehat, lebar dan tajam. Mata yang sehat merupakan hal yang paling penting jika ingin mengikutsertakan lomba perkutut jenis lokal.

Pada saat ingin membeli burung Perkutut, lihatlah matanya. Jika mata burung Perkutut terlihat jernih, bulat dan tajam maka burung tersebut tergolong burung Perkutut yang sehat. Mata yang sehat dan jernih memiliki warna hitam dan agak besar.

4. Berleher Jenjang

Berleher Jenjang
Source: rcannon992.com

Ciri Perkutut lokal yang bagus untuk mengikuti perlombaan memiliki leher yang jenjang dan bulu leher melebar berwarna abu-abu terang. Lehernya tegak lurus ke depan dan panjang. Pada bagian bawah leher tampak besar dan mengembung.

Dari lehernya juga bisa dibedakan apakah burung Perkutut masih kecil dari kantung suaranya. Karena usia burung mempengaruhi kualitas kicauannya.

Suara kicauan Perkutut yang sehat akan bagus didengar. Jika yang sudah terbiasa mendengar kicauan burung Perkutut akan mudah membedakan mana Perkutut yang sehat dan tidak hanya dari suaranya.

5. Ukuran Hidung

Ukuran Hidung
Source: peakd.com

Ukuran hidung burung Perkutut mempengaruhi kualitas suaranya. Perkutut yang memiliki ukuran hidung yang besar biasanya memiliki suara yang bagus. Jika ukuran hidung besar maka pernapasan yang dimiliki akan lebih kuat sehingga mampu berkicau lebih panjang.

6. Kaki yang Kokoh

Kaki yang Kokoh
Source: peakd.com

Ciri khas burung Perkutut jenis lokal berikutnya mempunyai kaki yang kokoh. Cengkraman kakinya begitu kuat ketika bertengger di suatu tempat.

Jika burung Perkutut mempunyai cengkraman yang kuat dan tidak mudah lepas maka termasuk perkutut jenis lokasl yang bagus untuk dipelihara dan mengikuti kontes burung. Selain itu paha burung ini agak rapat dan besar serta kakinya mempunyai sisik yang rapi berwarna hitam cenderung merah.

Sedangkan telapak kaki berwarna putih dan jari kakinya cenderung panjang. Bukan tubuhnya saja yang proporsional, kaki burung Perkutut pun harus proporsional. Karena salah satu kriteria untuk menjadi juara kontes burung, kaki burung Perkutut harus terlihat kuat, gagah dan elegan.

7. Supit Lentur

Supit Lentur
Source: elvinchua.com

Salah satu syarat burung Perkutut bisa mengikuti kontes adalah memiliki supit yang lentur dan agak renggang. Supit merupakan tulang ekor burung Perkutut.

Burung Perkutut terbilang masuk kategori bagus jika memiliki supit yang ujungnya tidak runcing, tidak keras dan sedikit renggang. Selain itu ekor yang dimiliki cenderung panjang, tebal dan berkumpul.

8. Suara yang Merdu

Suara yang Merdu
Source: africanbirdclub.org

Suara burung Perkutut lokal yang bagus untuk mengikuti lomba biasanya memiliki suara yang besar namun tidak berisik. Meskipun ada juga burung Perkutut jenis lokal yang suaranya kecil.

Agar suara Perkutut merdu, lihatlah ukuran paruhnya. Perkutut yang memiliki suara yang bagus biasanya memiliki paruh yang panjang. Karena paruh yang panjang membuar Perkutut akan rajin berkicau. Namun paruh yang panjang berukuran proporsional dan simetris dengan mulutnya.

Tapi untuk dapat mendapatkan suara Perkutut yang bagus, hal tersebut bisa dilatih. Terdapat beberapa jenis suara burung Perkutut jenis lokal yang bagus untuk kompetisi:

Suara tenggorokan depan.

Suara yang keluar dari bagian depan burung Perkutut banyak jenisnya, terdapat kur jenis suara paling rendah, klao jenis suara pertengahan, kwau jenis suara besar, dan kleo jenis suara yang halus atau kecil.

Sedangkan jenis suara burung Perkutut dari lokal yang bagus untuk kompetisi adalah suara yang tidak terdapat unsur R jika terdengar seperti klar, hur, dan kur. Suara yang bagus memiliki intonasi yang panjang, dan sedikit narik.

Jika ingin menang dalam kontes burung Perkutut, latih burung Perkutut untuk memiliki komposisi suara seperti ini, suara bersih: 3, panjang: 3, dan narik: 3, sehingga memiliki total 9.

Suara tenggorokan tengah.

Suara yang keluar dari tenggorakan tengah jenisi suara yang bagus untuk kompetisi. Seperti halnya suara tenggorokan depan, suara tenggorkan tengah pun memiliki tiga yang bisa diikutsertakan dalam kompetisi Perkutut, seperti suara yang terdengar menekan: 3, lengkap: 3, dan jelas: 3, sehingga menjadi total 9. Komposisi suara tenah tidak boleh terdengar rapat dan mengambang.

 

Suara ujung tenggorokan.

Suara ujung tenggorokan bisa dinamakan suara terakhir karena keluar pada saat akhir dari kicauan Perkutut.

Jika ingin memenangkan kompetisi Perkutut menggunakan suara ujung tenggorokan harus memiliki komposisi suara mengalun:3, bulat: 3, dan panjang: 3, sehingga memiliki total 9. Upayakan suara ujung yang keluar jangan terdengar berhenti mendadak dan pendek.

Berirama.

Dari ketiga jenis suara tersebut tentu harus berirama, karena ini merupan poin penting dalam penilaian ketika kompetisi Perkutut. Irama kicauan Perkutut harus stabil dan nilai tertinggi dari irama biasa 8-9. Namun selama kompetisi berlangsung biasanya juri jarang memberikan nilai 9.

Dasar suara

Sana seperti halnya irama, dasar suara memiliki poin penilaian yang tinggi. Karena dasar suara Perkutut dinilai berdasarkan kestabilan suara, panjang cenderung narik dan jernih.

Jika usia Perkutut masih sangat muda dasar suara biasanya sedikit tebal, nyaring, jernih, namun tetap berirama. Penilain dasar suara memiliki poin tidak kalah tinggi dari jenis suara yaitu 9.

9. Warna Pupur Abu-Abu

Warna Pupur Abu-Abu perkutut lokal
Source: pixabay.com

Warna pupur abu-abu biasanya dimiliki oleh Perkutut lokal. Kualitas pupur yang bagus berada di bagian atas dekat paruh. Bentuknya lebar mendekati mata dan warba abu-abu yang rata dan jelas.

Pupur Perkutut jantan memenuhi hampir separuh kepalanya, sementara jenis betina memiliki pupur hanya seperempat keepalanya saja dan warnanya putih cenderung abu-abu.

10. Lingkar Garis Lurik

Lingkar Garis Lurik perkutut lokal
Source: grahamsisland.com

Hampir semua Perkutut jenis lokal memiliki lingkar hitam berupa garis tegas di bagian luriknya. Pada umumnya hanya garis tersebut untuk menandakan bahwa Perkutut tersebut sehat dan layak untuk mengikuti kompetisi kontes burung Perkutut.

Perkutut lokal merupakan jenis burung yang dapat menghasilkan cuan dengan mengikutsertakan dalam kompetisi kontes burung Perkutut. Namun sebelum mengikuti kontes, pastikan burung Perkutut yang dimiliki dalam keadaan sehat dan memenuhi syarat perlombaan.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar