Home » Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Hewan Reptil

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Hewan Reptil

oleh tukang konten
Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Hewan Reptil

Hewan reptil merupakan hewan bertulang belakang dan berdarah dingin. Tampilan fisiknya memiliki sisik di sekujur tubuhnya, beberapa diantaranya dikenal sebagai hewan melata. Namun, beberapa reptil juga ada yang bergerak dengan merayap.

Habitat reptil bisa ditemui di berbagai tempat di dunia, kecuali benua antartika. Tidak hanya itu, reptil juga bisa dengan mudah dijumpai dekat pemukiman manusia. Bahkan seringkali dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Pengertian Hewan Reptil

Pengertian Hewan Reptil
Source: tought.co.id

Reptil berasal dari bahasa latin, “reptans” yang berarti “merayap” atau “melata”. Hewan reptil adalah binatang melata yang termasuk ke dalam kelompok vertebrata, berdarah dingin, serta di sekujur tubuhnya terdapat sisik.

Reptil juga termasuk tetrapoda, yaitu hewan yang memiliki empat buah tungkai dan berkembang biak dengan cara bertelur. Embrio di dalam telur diselubungi oleh membran amniotik yang nantinya berkembang menjadi bayi reptil.

Ciri-Ciri Hewan Reptil

Ciri-Ciri Hewan Reptil
Source: hutanharapan.com

Jenis hewan ini bisa ditemui di berbagai macam habitat, kecuali Antartika. Hal ini karena iklim di benua tersebut memang kurang cocok untuk siklus hidup reptil. Hewan satu ini tidak memiliki kemampuan menghasilkan panas tubuh.

Untuk lebih lengkapnya, simak beberapa ciri dari hewan reptil berikut ini.

1. Poikiloterm (Hewan Berdarah Dingin)

Perlu diketahui bahwa sebagian besar reptil merupakan poikiloterm, yaitu hewan berdarah dingin. Organisme ini tidak memiliki kemampuan psikologis untuk menyesuaikan suhu tubuhnya. Dengan demikian, reptil sangat bergantung pada lingkungan eksternal sebagai tempat tinggalnya.

Suhu tubuh hewan berdarah dingin memang sangat ditentukan suhu lingkungannya di waktu mereka tinggal. Reptil seringkali harus berjemur di bawah sinar matahari langsung untuk meningkatkan suhu tubuh di dalamnya.

Namun jika merasa terlalu panas, hewan berdarah dingin akan mencari tempat teduh. Jenis hewan ini akan mendinginkan kembali tubuhnya agar kembali ke suhu yang lebih aman.

2. Sisik di Sekujur Tubuh

Reptil memiliki ciri khas berupa sisik di sekujur tubuhnya sehingga cukup mudah dikenali. Adapun sisik tersebut mulanya berkembang dari epidermis yang terbuat dari protein keratin.

Lempeng keras tersebut juga menjadi pelindung pada beberapa hewan, misalnya kura-kura. Buaya juga memiliki sisik yang memiliki fungsi serupa, yaitu berupa perlindungan.

Namun, bagian tubuh tersebut memiliki struktur bertulang yang terbentuk dari jaringan dermis yang lebih dalam. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa sisik pada hewan reptil sebagai perlindungan fisik dan mencegah penguapan air.

3. Termasuk Golongan Tetrapoda

Seluruh reptil merupakan golongan hewan tetrapoda, artinya hewan-hewan tersebut memiliki empat anggota badan. Contohnya buaya, kura-kura, kadal, cicak, dan sebagainya.

4. Berkembang Biak dengan Bertelur

Hewan yang termasuk reptil berkembang biak dengan cara ovipar, yaitu bertelur. Meski demikain, ada beberapa reptil yang memperbanyak populasinya dengan vivipar (melahirkan).

Ada pula spesies reptil, yaitu testudinata yang berkembang biak dengan ovovivipar (bertelur sekaligus beranak).

5. Bernapas dengan Paru-Paru

Ciri-ciri reptil berikutnya yaitu bernapas dengan paru-paru. Pada dasarnya, penting untuk mengetahui seberapa efisien jenis hewan ini mengumpulkan dan memanfaatkan oksigen. Termasuk bahan bakar molekuler yang mendukung proses metabolisme di dalam tubuhnya.

Setiap reptil dilengkapi organ paru-paru, misalnya pada, buaya, kura-kura, dan ular. Namun, ada pula beberapa reptil yang bernapas menggunakan cara berbeda. Misalnya kadal mengandalkan otot yang sama untuk bernapas sekaligus berlari.

Dengan demikian, kadal harus menahan proses respirasinya ketika bergerak. Sementara itu, hewan buaya memiliki organ diafragma yang fungsinya lebih fleksibel. Tak heran jika hewan satu ini bisa bergerak dengan lebih bebas.

6. Merupakan Hewan Vertebrata

Karakteristik hewan reptil berikutnya adalah vertebrata, artinya mereka merupakan hewan bertulang belakang. Reptil memiliki tulang punggung dengan tali tulang belakang yang memanjang di sekujur tubuhnya.

Adapun ciri seperti ini juga dimiliki hewan lain, misalnya ikan, burung, mamalia, dan amfibi. Adapun dalam istilah evolusi, reptil berada di tengah-tengah antara mamalia dan amfibi.

7. Memiliki Empat Ruang Jantung

Hewan yang termasuk reptil ternyata memiliki jantung dengan empat ruang di dalamnya. Bentuknya mirip seperti jantung pada mamalia, hanya saja terdapat sekat yang belum terbentuk secara sempurna. Tak heran jika terdapat lubang pada bagian serambinya.

Lubang pada jantung reptil ini dikenal dengan sebutan foramen panizzae. Adapun darah kotor dari seluruh tubuh nantinya akan masuk ke serambi kanan jantung lalu mengalir menuju biliki kanan. Selanjutnya darah akan dipompa menuju paru-paru.

8. Susunan Saraf Serupa dengan Burung

Karakteristik hewan reptil berikutnya adalah memiliki sistem saraf yang mirip serupa dengan burung. Adapun untuk bagian otaknya sendiri dibagi menjadi empat bagian. Terdapat tonjolan otak besar yang nantinya berkembang dengan baik.

Bagian otak tersebut nantinya berkembang pesat menjadi saraf pembau yang terlihat dengan jelas. Hingga akhirnya otak besar meluas ke atas sampai menutupi otak di bagian tengah.

9. Memiliki Sensorik yang Sensitif

Setiap hewan yang termasuk reptil memiliki perangkat sensorik seperti telinga, mata, dan hidung. Sebenarnya, ketiga indera tersebut tidak jauh berbeda seperti vertebrata lainnya di dunia hewan.

Namun, tingkat perkembangannya bervariasi untuk setiap kelompok reptil. Misalnya pada hewan ular tidak memiliki organ telinga, namun bisa mendeteksi adanya getaran dari dalam tanah. Bahkan getaran udara dengan frekuensi rendah pun akan terasa oleh hewan melata tersebut.

10. Berumur Panjang

Karakteristik hewan reptil berikutnya yaitu kebanyakan memiliki umur panjang. Bahkan bisa dibilang kelompok reptil merupakan hewan tertua dan memiliki umur terpanjang di dunia.

Meski demikian, hal ini juga tergantung dari spesies reptil itu sendiri. Bahkan beberapa jenis reptil mampu hidup lebih 50-200 tahun lamanya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya video dokumentasi mengenai hewan reptil yang sudah berumur lebih dari 100 tahun.

Contoh Hewan Reptil

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak sedikit hewan reptil mudah ditemui di sekitar manusia. Simak beberapa contoh hewan reptil berikut ini.

1. Komodo

Komodo
Source: theconcersation.com

Hewan satu ini bersifat endemik dari Nusantara dan termasuk hewan yang dilindungi. Habitat aslinya berada di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Taman Nasional Komodo.

Pada dasarnya, hewan reptil satu ini merupakan spesies kadal purba dengan ukuran terbesar. Tercatat bahwa ukuran maksimalnya mencapai tiga meter dengan bobot 100 kg.

Sayangnya, komodo sudah tercatat dalam IUCN (International Union for Conservation of Nature). Hewan bersisik tersebut diputuskan sebagai salah satu hewan yang rentan akan kepunahan.

2. Ular

Ular
Source: ingo.naminakiky.com

Hewan jenis reptil berikutnya adalah ular yang memiliki karakteristik utama tidak memiliki kaki. Tubuhnya yang panjang dengan berbagai macam corak juga menjadi ciri khas. Adapun hewan ini sendiri dikelompokkan lagi ke dalam golongan reptil tanpa kaki.

Tidak sedikit ular yang berbahaya bagi keselamatan manusia maupun hewan lain di sekitarnya. Terutama untuk ular yang memiliki racun pada gigitannya. Meski demikian, beberapa jenis ular justru dipelihara dan dijadikan hobi tersendiri oleh kolektor, misalnya pada jenis Kingsnake dan Boa Ekor Merah.

3. Buaya

Buaya
Source: earth.com

Berbicara tentang hewan reptil paling terkenal, maka buaya adalah jawabannya. Hewan yang bisa tinggal di darat maupun di air ini memiliki struktur gigi tajam. Tak heran jika keberadaan buaya kerap kali ditakuti oleh manusia maupun hewan lain di sekitarnya.

Perlu diketahui pula bahwa hewan ini memiliki habitat asli di perairan tawar, misalnya di sungai, rawa, dan danau. Namun, ada juga beberapa jenis buaya yang berhabitat di perairan payau, misalnya buaya muara.

4. Tuatara

Tuatara
Source: petexpooc.com

Hewan jenis reptil satu ini mungkin tidak sepopuler buaya atau ular. Namun, tuatara juga termasuk ke dalamnya dan merupakan hewan endemik. Tepatnya dari Selandia Baru dan merupakan satu-satunya yang tersisa dari ordo Rhynchocephalia.

Ord tersebut merupakan kelompok reptil yang bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan kadal. Bisa dibilang Rhynchocephalia adalah salah satu ordo paling purbakala yang masih tersisa. Bagaimana tidak, kelompok hewan ini sudah berkembang sejak 200 juta tahun yang lalu.

5. Bunglon

Bunglon
Source: blogspot.com

Bunglon adalah hewan jenis reptil dengan skill pertahanan diri yang unik. Hewan bersisik ini akan mengubah warna tubuhnya sesuai dengan tempat yang dihinggapi. Tak heran jika akhirnya hewan lain yang ingin memangsanya jadi terkecoh.

Kemampuan tersebut dikenal sebagai mimikri dan tidak hanya diandalkan untuk mengecoh musuh yang lebih berbahaya. Melainkan bunglon juga menggunakan kemampuan tersebut untuk memangsa.

Menariknya, perubahan warna pada bunglon juga kerap kali mengikuti suasana hatinya. Tidak hanya kemampuan beradaptasinya yang patut diacungi jempol, melainkan penglihatan reptil satu ini juga luar biasa. Bagaimana tidak, mata bunglon bisa berputar sampai 360 derajat.

6. Kura-Kura

Kura-kura
Source: wallpapercave.com

Perawakan hewan satu ini kerap kali membuat orang yang sedang belajar mengenai dunia hewan menjadi terkecoh. Hal ini karena tempurung yang dimilikinya dimana tidak semua reptil memilikinya.

Adapun reptil yang memiliki tempurung dimasukkan ke dalam kelompok testudinata. Jenis hewan satu ini kerap kali dimanfaatkan sebagai hewan peliharaan yang menyenangkan. Tidak hanya itu, sisi menarik lain dari kura-kura adalah kemampuannya bertahan hidup mencapai puluhan tahun.

7. Penyu

Penyu
Source: beritagar.com

Tidak sedikit yang terkecoh antara kura-kura dan penyu. Pada dasarnya, kedua hewan ini merupakan reptil yang memiliki cangkah pelindung. Adapun habitat aslinya yaitu di laut dan bisa ditemukan di semua samudra yang ada di dunia.

Menariknya meskipun hidup di laut, namun sistem respirasi penyu tetap mengandalkan paru-paru. Tak heran jika hewan satu ini sesekali naik ke permukaan laut untuk mengambil udara.

Kebanyakan reptil memperbanyak populasinya dengan bertelur. Sedangkan reptil laut seperti penyu ini berkembang biak dengan ovovivipar.

Hewan reptil begitu beragam dan memiliki ciri khas pada sisiknya. Jenis hewan satu ini juga berdarah dingin karena sistem tubunya tidak bisa memproduksi panas sendiri. Beberapa reptil sangat mudah ditemui, namun ada juga yang berada di habitat tertentu.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar