Home » 13 Pakan Ayam Terbaik Penuh Nutrisi untuk Peternakan

13 Pakan Ayam Terbaik Penuh Nutrisi untuk Peternakan

oleh tukang konten
13 Pakan Ayam Terbaik untuk Usaha Peternakan

Peternakan ayam menjadi salah satu pilihan usaha yang dipilih karena banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Bukan hanya bibit yang mudah ditemukan maupun perawatan yang mudah, tapi pakan ayam juga sangat bervariasi jadi bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Pemberian pakan akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang ayam sehingga pemberian tidak boleh dilakukan sembarangan. Apalagi setiap pakan memiliki kandungan nutrisi yang berbeda jadi harus tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing pakan.

Rekomendasi 13 Pakan Ayam Terbaik untuk Usaha Peternakan

Ada banyak pakan yang bisa diberikan untuk ternak ayam. Setiap pakan memiliki kelebihannya sendiri. Pengusaha ternak ayam bisa menyesuaikan kebutuhan ternak serta budget yang dimiliki. 

Pastikan bahwa pakan yang dipilih berkualitas dan bisa memenuhi kebutuhan harian dari ternak ayam. Berikut ini beberapa pakan yang bisa dipilih:

1. Jagung Giling

Jagung Giling
Source: tokopedia.com

Jenis pakan pertama yang bisa dipilih dalam peternakan ayam adalah jagung giling. Jagung bukan hanya dimanfaatkan sebagai makanan manusia, tapi juga ayam ternak karena kandungan nutrisi dan gizi yang baik untuk perkembangan ayam.

Beberapa nutrisi yang terkandung dalam jagung, antara lain asam lemak omega-6, vitamin C, vitamin B, serat, fosfor, magnesium, zat besi, kalium dan besi. Jagung giling memiliki tekstur yang lebih halus sehingga ayam lebih mudah mencernanya dan mudah membuat kenyang.

Ayam ternak yang diberikan pakan berupa jagung giling biasanya lebih aktif dan sehat karena nutrisi di dalamnya yang menyumbang lebih dari separuh energi ayam. Bisa membeli jagung baru kemudian menggilingnya sendiri agar harga pakan lebih terjangkau.

2. Bekatul (Dedak)

Bekatul (Dedak)
Source: tokopedia.com

Di dunia peternakan ayam, jenis pakan yang satu ini sudah tidak asing karena banyak peternak yang memilihnya sebagai pakan pilihan. Sebagian orang mengenal jenis pakan ini dengan nama bekatul tapi banyak juga yang sering menyebutnya dengan nama dedak.

Katul ini berasal dari limbah penggilingan beras berwarna putih sehingga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk ayam, seperti lemak, natrium dan protein. Salah satu keuntungan menggunakan jenis pakan ini adalah harga yang lebih terjangkau.

Sebagian peternak yang menggunakan bekatul sebagai pakan, biasanya juga mencampurnya dengan pakan lain agar nutrisinya lebih lengkap. Pemberian bekatul sering menjadi solusi untuk menghemat pengeluaran dalam mengelola usaha ternak.

3. Ubi Cincang

Ubi Cincang
Source: alodokter.com

Ubi ternyata tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tapi nutrisi yang terkandung di dalamnya juga bermanfaat untuk tumbuh kembang ayam. Itulah mengapa banyak peternak yang menggunakan ubi sebagai pakan untuk ayam, baik sebagai campuran atau tidak.

Ubi dikenal sebagai bahan makanan dengan kandungan protein yang cukup tinggi, bahkan mencapai 29 persen. Selain itu, ubi juga mengandung serat yang cukup tinggi, khususnya di bagian daun ubi yang bisa digunakan pula untuk pakan bernutrisi untuk ayam.

Sayangnya, daun ubi maupun ubi memiliki kandungan sianida dan asam prusid bersifat racun jadi harus lebih berhati-hati saat memberikan jenis pakan ini. Jangan terlalu sering memberikan ubi maupun daun ubi sebagai pakan agar tidak berbahaya untuk ayam.

Sebelum memberikan ubi atau daun ubi untuk ayam, pastikan telah mencincang atau memotongnya menjadi lebih kecil agar lebih mudah dimakan. Alternatif lain yang bisa dijadikan selingan adalah singkong dengan kandungan protein rendah sekitar 2-3 persen.

4. Sorgum

Sorgum
Source: lifestyle.kompas.com

Jenis pakan ini memiliki nama yang berbeda-beda di berbagai daerah, mulai dari cantrik, batar tojeng hingga cantel. Kelebihan dari jenis pakan ini adalah kandungan proteinnya yang lebih kaya dibanding xantofil maupun jagung jadi dapat memenuhi nutrisi yang diperlukan ayam.

Namun, perlu membatasi pemberian sorgum karena kandungan tanin di dalamnya yang bisa menurunkan pertumbuhan ayam, menghambat penyerapan protein hingga dapat menyebabkan kelainan pada kaki ayam jadi pastikan lebih berhati-hati memberikannya.

Jika sorgum masih menjadi pakan pilihan, bisa mencampurnya dengan bungkil kedelai untuk menghasilkan suplemen lisin dan metionin yang baik yng pertumbuhan ayam. Kandungan tanin dalam sorgum ternyata juga bisa diturunkan dengan berbagai cara.

Misalnya, melakukan fermentasi sorgum, merendam, atau mengupas kulit bagian luar sebelum akhirnya berikan ke ayam sebagai pakan ternak.

5. Tepung Ikan

Tepung Ikan
Source: medium.com

Masih bingung mencari pakan ayam terbaik untuk usaha ternak? Tidak ada salahnya memilih jenis pakan berupa tepung ikan karena kandungan protein hewani di dalamnya yang berkualitas sehingga baik untuk pertumbuhan ayam dan baik untuk kesehatan ayam.

Bukan hanya kandungan proteinnya, tepung ikan juga dikenal sebagai jenis pakan yang mengandung asam amino dan segala nutrisi yang baik untuk dikonsumsi ayam ternak. Jenis pakan ini juga baik untuk reproduksi ternak karena kandungan lemak tak jenuh di dalamnya.

Meskipun kandungan vitamin dan mineral di dalam tepung ikan bermanfaat untuk kesehatan ternak, tapi harus membatasi pemberiannya sekitar 10 persen dari total pakan. Bisa menyelingi dengan jenis pakan lain agar semua nutrisi terpenuhi dengan baik.

6. Pelet

Pelet
Source: cnnindonesia.com

Jika sudah menjalankan usaha ternak sejak lama, pasti tidak asing dengan jenis pakan yang satu ini, pelet. Pelet merupakan bahan pakan yang digiling lalu dipadatkan sehingga ayam menjadi lebih mudah untuk mengonsumsi jenis pakan ini.

Kelebihan pelet dibanding jenis pakan lainnya adalah harga yang lebih hemat jadi dapat mengurangi pengeluaran usaha ternak. Selain itu, pemberian pelet juga mencegah terbuangnya pakan dalam bentuk non-pelet sehingga pakan dapat diberikan secara maksimal.

Untuk lebih menghemat pengeluaran, bisa membuat pelet sendiri dengan mencampur beberapa bahan, seperti sayuran, kunyit parut, dedak, vitamin, tepung ikan, jagung, kedelai, bekatul, dan air bersih secukupnya.

Setelah semua bahan tercampur merata, kukus adonan hingga matang lalu bentuk adonan sesuai selera. Bisa menggulung adonan tersebut menjadi memanjang, lalu memotong kecil-kecil dan menjemurnya hingga kering lalu pelet bisa disimpan.

7. Limbah Gandum

Limbah Gandum
Source: tokopedia.com

Pakan limbah gandung ini memiliki sebutan lain, yakni pollard yang merupakan hasil penggilingan gandum yang diolah menjadi terigu. Sudah banyak peternak yang menggunakan jenis pakan ini, tapi pemberian limbah gandum sebagai pakan harus dibatasi.

Alasan mengapa peternak menggunakan jenis pakan ini karena kandungan serat kasar dan energi metabolism di dalamnya yang rendah. Meski begitu, jenis pakan ayam bangkok ini memiliki kualitas yang lebih bagus dibanding jagung.

Untuk mengatasi kandungan protein limbah gandum yang lebih rendah dari susu, ikan dan kedelai, pemberiannya harus dibarengi dengan pakan butiran kaya protein. Dengan begitu, ayam ternak akan mendapatkan nutrisi protein yang lebih banyak dan berkualitas.

8. Tepung Tulang

Tepung Tulang
Source: shopee.co.id

Siapa bilang tulang hanya bisa dibuang dan tidak bisa dimanfaatkan? Sebagai sisa-sisa peternakan, tulang memang sering dibuang dan terlihat tidak bisa digunakan lagi padahal masih bisa dimanfaatkan sebagai salah satu pakan ternak untuk ayam.

Tepung tulang justru mengandung banyak nutrisi yang diperlukan ayam ternak, seperti natrium, fosfor, kalsium, kalium, magnesium, hingga mangan. Jenis pakan yang sederhana ini terbuat dari tulang berbagai jenis ikan, tapi akan lebih baik terbuat dari tulang ikan tuna.

Tulang ikan tuna mengandung kalsium yang tinggi sehingga baik untuk pembentukan tulang ayam ternak sekaligus mampu mencegah pengeroposan tulang. Dengan begitu, kesehatan tulang dari ayam ternak lebih terjamin.

9. Bungkil Kacang Kedelai

Bungkil Kacang Kedelai
Source: paktanidigital.com

Jenis pakan ternak lain yang bisa dipilih adalah bungkil kacang kedelai alias soybean meal. Kelebihan dari bungkil kacang kedelai sebagai pakan ternak adalah kandungan protein dan asam amino yang sangat tinggi, bahkan mencapai 44 sampai 51 persen dari kebutuhan.

Meski begitu, pemberian bungkil kacang kedelai sebagai pakan ternak harus dibatasi pada 40persen agar nutrisi lebih maksimal. Itulah mengapa peternak harus tahu bagaimana cara memberikan bungkil kacang kedelai dengan tepat agar sesuai kebutuhan ayam ternak.

Perlu adanya pengolahan awal dari bungkil kacang kedelai sebelum diberikan pada ternak. Hal ini dikarenakan nilai biologis dari bungkil kacang kedelai yang masih kurang bagi ternak ruminansia sehingga sebagian besar protein kasar kurang bisa dimanfaatkan tubuh ayam.

10. Tepung Siput atau Keong Mas

Tepung Siput atau Keong Mas
Source: medanternak.com

Jenis pakan selanjutnya yang tidak kalah bernutrisi adalah cangkang siput dan keong mas. Jika manusia lebih suka dengan daging keong atau siput sebagai makanan yang lezat, justru ayam ternak lebih suka dengan cangkangnya yang akan diolah menjadi tepung.

Cangkang siput dan keong mas yang biasanya dibuang begitu saja, ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Caranya adalah dengan membersihkan cangkang terlebih dahulu kemudian diolah menjadi tepung agar lebih mudah dikonsumsi.

Tepung cangkang siput dan keong mas ini mengandung protein yang baik untuk kesehatan ayam, bahkan dapat meningkatkan bobot ayam dan menunjang produksi telur. Kandungan inilah yang membuat tepung cangkang sering diberikan sebagai pakan ayam petelur.

Selain protein, tepung cangkang siput dan keong mas juga mengandung mineral yang cukup tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan ayam ternak.

11. Benefeed Cal-9

Benefeed Cal-9
Source: japfacomfeed.co.id

Pakan dengan kandungan protein, asam amino dan lemak yang tinggi ini cocok untuk pakan ayam petelur karena mampu menjaga produksi telur tetap stabil. Bisa mencampurnya dengan jagung atau bekatul selama pemakaian 17 minggu.

Jenis pakan ini terbuat dari bahan MBM atau Meat Bone Beal, yakni tepung tulang dan daging dengan komposisi nutrisi sesuai kebutuhan ayam ternak. Selain menjaga kestabilan produksi telur, Benefeed Cal-9 juga baik untuk memelihara kualitas hewan ternak.

12. Gemilang G-11

Gemilang G-11
Source: japfacomfeed.co.id

Rekomendasi pakan ternak yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ayam adalah Gemilang G-11. Pakan ternak kemasan ini biasanya dijual dengan harga sekitar Rp12 ribuan. Dengan kandungan FCR di dalamnya, jenis pakan ini mampu mempercepat pertumbuhan ayam.

Dalam kemasan, akan melihat tulisan FCR di bagian label sebagai perbandingan antara jumlah ransum dengan pertumbuhan berat badan dari ayam ternak. Umumnya, nilai konversi ransum yang makin tinggi maka penggunaan pakan akan lebih boros.

13. Comfeed Broiler I

Comfeed Broiler I
Source: japfacomfeed.co.id

Terakhir, juga bisa mempertimbangkan Comfeed Broiler I sebagai salah satu pakan untuk ayam ternak. Pakan kemasan ini sudah digunakan sejak tahun 1975 untuk ayam broiler dengan kandungan air, kalsium, serat kasar, lemak kasar, hingga fosfor.

Selain itu, pakan ini juga mengandung coccidiostat dan antibiotika yang berguna untuk mempercepat perkembangan dan pertumbuhan organ ayam ternak. Jenis pakan ini bisa dipakai hingga 21 hari namun cara penyimpanan harus tepat.

Beberapa jenis pakan ayam di atas bisa menjadi pilihan agar peternakan memperoleh hasil yang memuaskan. Pemberian pakan bisa dicampur agar nutrisi yang terkandung lebih optimal sehingga ayam bisa lebih cepat besar dengan kualitas terbaik. 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar