Home » 13+ Kucing Hutan Paling Populer yang Harus Dilindungi

13+ Kucing Hutan Paling Populer yang Harus Dilindungi

oleh tukang konten
13+ Kucing Hutan Paling Populer yang Harus Dilindungi

Melansir pernyataan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), disebutkan bahwa kucing hutan atau kucing kuwuk adalah salah satu spesies satwa yang dilindungi. Jadi tidak diperbolehkan untuk dipelihara maupun diperjualbelikan, kecuali pada kasus tertentu.

Dengan kata lain, pemelihara telah mendapatkan izin resmi dari instansi terkait. Tidak seperti dengan Felis Catus atau kucing domestik yang umum dijadikan sebagai hewan peliharaan. Kucing kuwuk dengan nama ilmiah Felis Chaus adalah kucing yang hidup atau berhabitat di alam liar, seperti hutan.

Apa itu Kucing Liar/Hutan?

Apa Itu Kucing Liar Hutan
Source: rimbakita.com

Kucing liar atau hutan merupakan fauna dari suku Felidae yang berhabitat di kawasan perhutanan. Istilah ini mengacu pada seluruh kategori kucing liar dengan berbagai ukuran, mulai kecil hingga besar. Spesiesnya tidak meliputi kucing yang berhabitat di padang rumput, gurun, dan jalanan.

Di Indonesia, setidaknya terdapat beberapa spesies kucing liar yang hidup di hutan, termasuk kucing emas Asia, kucing merah Kalimantan, kucing congkok, macan dahan Kalimantan, dan sebagainya.

Sesuai namanya, kucing liar termasuk jenis satwa yang dilindungi, dan bahkan sebagian diantaranya tidak boleh dipelihara. Akan tetapi, karena warna dan coraknya yang unik ternyata membuat banyak pihak, terutama pecinta kucing berminat untuk memilikinya.

Jenis-Jenis Kucing Hutan di Dunia

Sebenarnya, spesies kucing liar terdiri dari beragam jenis. Supaya tidak salah dalam menyebutkannya, sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa saja jenis-jenis kucing liar yang boleh dan tidak boleh dipelihara. Beberapa di antaranya adalah:

1. Kucing Emas

Kucing Emas
Source: detik.com

Catopuma Temminckii atau kucing emas tidak hanya bisa ditemukan di Indonesia, tapi juga China, Himalaya, dan negara Asia Tenggara lainnya. Sayangnya, spesies ini terancam punah karena maraknya perburuan kucing emas sebab tulangnya dipercaya merupakan obat berkhasiat.

Sesuai namanya, kucing emas memiliki bulu yang didominasi warna coklat keemasan. Namun, ada juga yang warnanya berpadu dengan coklat tua dan abu-abu. Kucing emas memiliki ukuran lumayan besar, karena bisa mencapai panjang hingga 1,2 meter untuk Golden Cat usia dewasa.

2. Kucing Merah

Kucing Merah
Source: borneo24.com

Spesies kucing merah juga dijuluki sebagai kucing Kalimantan. Pasalnya, jenis ini merupakan salah satu kucing liar endemik di pulau Kalimantan. Pada tahun 2002, kucing merah masuk dalam klasifikasi spesies terancam punah karena populasinya terus menurun drastis.

Kucing merah memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan spesies lainnya. Sementara itu, karakteristiknya tampak sangat unik dan menonjol dengan bulu warna coklat terang. Sedangkan bulu di area ekor dan kaki berwarna merah pudar.

3. Kucing Hutan Jawa

Kucing Hutan Jawa
Source: hewany,com

Jangan terkecoh dengan penyematan nama pada kucing satu ini. Karena kucing Jawa atau Javanese Cat memiliki ciri khas tampilan oriental dengan bulu panjang. Kucing Jawa berasal dari Amerika Utara dan identik dengan variasi warna serta corak bulu yang unik.

Mayoritas kucing Jawa mempunyai tubuh langsing, dengan telinga besar dan kepala menyerupai segitiga. Sedangkan bagian matanya berwarna hijau dan sekilas tampak serupa kacang almond.

4. Kucing Congkok

Kucing Congkok
Source: liputan6.com

Jenis kucing congkok berasal dari kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Tingkat penyebarannya yang sangat luas membuat spesies ini masuk dalam daftar terancam punah.

Kucing congkok memiliki ciri berupa bintik serupa macan tutul pada tubuhnya. Sehingga seringkali disebut dengan nama leopard cat. Wilayah habitat kucing congkok meliputi kawasan Kepulauan Sunda di Indonesia, Filipina, China, Korea, Pakistan, Indochina, dan Rusia.

5. Kucing Batu

Kucing Batu
Source: hewany.com

Marbled Cat atau kucing batu adalah ras kucing liar yang dapat ditemukan di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kucing batu telah ditetapkan sebagai spesies terancam punah oleh IUCN.

Kucing batu mempunyai pola warna unik yang menjadi daya tariknya. Apabila diperhatikan secara lekat, spesies ini terlihat seperti macan tutul dengan kombinasi warna loreng coklat dan hitam.

6. Kucing Blacan

Kucing Blacan
Source: informazone.com

Spesies kucing liar satu ini memiliki ukuran relatif kecil dengan tampilan unik dan eksotis. Asian Leopard Cat atau kucing blacan berhabitat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kucing blacan mempunyai ciri fisik berbeda dengan kucing peliharaan. Di antaranya adalah, warna bulu yang cenderung gelap, hidung besar berwarna hitam dan merah, dengan bulu didominasi oranye. Sementara itu, bagian ekor terdapat lingkaran seperti cincin.

7. Kucing Norwegia

Kucing Norwegia
Source: riafasha.com

Ras kucing alami yang berasal dari negara Norwegia ini diketahui mendiami kawasan hutan di Skandinavia. Kucing hutan Norwegia memiliki karakteristik bulu yang unik. Pasalnya, bulu kucing ini akan berubah menjadi semakin tebal dan panjang saat memasuki musim dingin.

Kucing Norwegia mempunyai ciri berupa ukuran tubuh besar, memiliki hampir semua pola warna, dan terkenal pandai memanjat. Selain itu, spesies ini juga sangat pendiam dan berperilaku baik. Jadi tidak heran apabila kucing Norwegia banyak dipilih sebagai hewan peliharaan.

Perlu diketahui, bahwa kucing Norwegia ini legal diperdagangkan dan dipelihara. Harga kucing hutan Norwegia dewasa impor dibanderol mulai dari Rp23.000.000.

8. Kucing Kepala Datar

Kucing Kepala Datar
Source: metrum.co.id

Spesies kucing hutan ini memiliki kepala dengan bentuk sangat unik dengan bulu berwarna abu-abu menyerupai tupai. Kucing kepala datar banyak ditemukan di kawasan hutan Kalimantan dan Sumatera.

Kucing kepala datar juga disebut sebagai kucing tandang, dan sejak tahun 2008 silam sudah terdaftar dalam spesies hampir punah karena maraknya perusakan lahan basah yang menjadi habitatnya.

9. Kucing Kaki Hitam

Kucing Kaki Hitam
Source: rimma.co

Felis Nigripes atau kucing kaki hitam menjadi spesies kucing liar terkecil di benua Afrika. Terlepas dari namanya, kucing ini mempunyai telapak kaki berwarna hitam atau coklat tua.

Karena populasinya yang terbatas akibat perburuan spesies untuk konsumsi manusia, kucing kaki hitam telah terdaftar sebagai salah satu spesies yang dilindungi dalam daftar IUCN.

10. Caracal

Caracal
Source: bobo.grid.id

Kucing liar berukuran sedang yang berasal dari Asia Tengah, Timur Tengah, dan Afrika ini memiliki karakteristik, seperti tubuh kuat, kaki panjang, telinga berumbai panjang, dan wajah pendek.

Bulu kucing Caracal didominasi warna coklat kemerahan dengan area perut tampak lebih terang. Caracal diketahui sangat aktif dan bisa melompat dari ketinggian mencapai 3 meter.

11. Harimau Sumatera

Harimau Sumatera
Source: langgam.id

Spesies kucing besar ini masih memiliki hubungan kekerabatan dengan jenis harimau lain, termasuk harimau Bali yang sudah punah. Saat ini jumlah harimau Sumatera diduga hanya tersisa sekitar 300 ekor. Sedangkan pada habitat aslinya, diperkirakan tidak lebih dari 20 ekor.

12. Macan Tutul Jawa

Macan Tutul Jawa
Source: satwa.foresteract.com

Panthera Pardus Melas atau macan tutul Jawa adalah satwa endemik yang berasal dari Pulau Jawa. Spesies ini juga dikenal sebagai macan kumbang. Jika dibandingkan jenis macan tutul lain, tubuh macan tutul Jawa cenderung terlihat lebih kecil.

13. Macan Dahan Benua

Macan Dahan Benua
Source: wikipedia.org

Spesies kucing hutan Asia ini mempunyai nama ilmiah Neofelis Nebulosa. Ukurannya berada dalam kisaran medium, yaitu sekitar 95 cm. Habitat asli macan dahan benua berada di area hutan tropis.

Saat ini, macan dahan benua ada dalam kategori rentan di daftar Red List IUCN Cites Appendix I. Menurunnya populasi kucing liar disebabkan penangkapan liar dan berkurangnya habitat asli mereka.

14.  Macan Dahan Sunda

Macan Dahan Sunda
Source: kids.grid.id

Neofelis Diardi atau macan dahan Sunda merupakan salah satu jenis kucing liar berukuran sedang yang mendiami kawasan Kepulauan Sunda, tepatnya Sumatra dan Kalimantan.

Satwa ini berada dalam daftar spesies rentan IUCN sejak tahun 2015 lalu. Diketahui bahwa saat ini hanya ada 10.000 ekor macan dahan Sunda yang hidup di alam liar.

Tindakan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kucing hutan sudah diatur dalam PP No. 7 Tahun 2009 mengenai Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Oleh sebab itu, jika ada yang menawarkan kucing liar, maka segera laporkan ke balai konservasi satwa terdekat.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar