Home » 6 Jenis Kelinci Lokal dan Kelinci Hias beserta Penjelasannya

6 Jenis Kelinci Lokal dan Kelinci Hias beserta Penjelasannya

oleh tukang konten
Kumpulan Jenis Kelinci Lokal dan Kelinci Hias beserta Penjelasannya

Ada lebih dari 300-an jenis kelinci di dunia baik kelinci dengan ras alami ataupun kelinci hasil perkawinan silang. Kelinci ini tersebar ke seluruh bagian negara di dunia termasuk Indonesia. Kini, kelinci impor banyak masuk ke Indonesia sehingga orang-orang bingung mana yang kelinci lokal.

Tak hanya kelinci impor saja, tapi banyak juga jenis-jenis kelinci hias yang banyak dipelihara di Indonesia. Ada juga kelinci jenis campuran yaitu kawinan antara kelinci lokal dengan kelinci impor, sehingga hasilnya sangat menarik.

Jenis Kelinci Lokal Asli Indonesia

Selain kelinci jenis impor, ketahui juga apa saja jenis-jenis binatang imut ini yang berasal dari Indonesia asli atau disebut dengan kelinci lokal murni. Berikut ini beberapa jenis kelinci yang dikategorikan sebagai kelinci lokal dari Indonesia:

1. Kelinci Jawa

Kelinci Jawa
Source: wikipedia.org

Habitat alami dari kelinci Jawa ini adalah di savana atau di hutan dengan bebatuan di sekitarnya. Awalnya kelinci ini ditemukan di daerah Jawa Barat di salah satu hutan yang ada di sana.

Kelinci Jawa murni merupakan salah satu spesies yang sedang terancam punah. Tapi sekarang banyak peternak yang memelihara kelinci Jawa tersebut. Kelinci ini banyak diternakkan untuk kemudian nantinya menjadi kelinci jenis pedaging atau kelinci peliharaan.

Kelinci ini banyak yang dikawin silangkan dengan jenis-jenis kelinci impor. Jenis ini juga menjadi salah satu jenis kelinci yang banyak dijadikan sate kelinci dan rasanya enak. Ciri dari kelinci jenis ini diantaranya yaitu:

  • Warna bulunya kehitaman khususnya di bagian tengkuk dan leher.
  • Ukuran kakinya panjang.
  • Memiliki bulu yang garisnya putih terutama di bagian dahi dan telinga.
  • Ukuran tubuhnya sangat besar dengan berat rata-rata kelinci dewasa yaitu 6 Kg.

2. Bligon

Bligon
Source: pinhome.id

Kelinci lokal lainnya yang juga berasal dari Indonesia adalah kelinci bligon. Jenis lokal ini merupakan hasil perkawinan silang antara kelinci impor dengan kelinci Jawa seperti misalnya kelinci jenis New Zealand dan Flemish Giant.

Kelinci ini juga banyak dijadikan sate atau dikonsumsi bagian dagingnya.

3. Ciprutan

Ciprutan
Source: youtube.com

Jenis kelinci berikutnya yang juga termasuk kelinci lokal adalah ciprutan, yaitu kelinci lokal Jawa yang dikawinkan silang dengan kelinci English Angora. Tujuannya yaitu untuk dibuat menjadi kelinci hias dan juga kelinci peliharaan.

Tampilan dari kelinci ciprutan ini sangat menggemaskan dan juga lucu.

4. Kelinci Sumatera

Kelinci Sumatera
Source: obligasi.id

Kelinci lokal berikutnya yang juga merupakan kelinci asli dari Indonesia adalah kelinci Sumatera. Kelinci Sumatera ini benar-benar murni dan asli dari Indonesia karena hanya bisa ditemukan di habitat alaminya yaitu di Pegunungan Bukit Barisan Sumatra.

Sayangnya, kelinci jenis ini sedang terancam punah karena adanya kebakaran hutan liar di Sumatera. Kelinci Sumatera merupakan jenis hewan nokturnal yang hanya keluar pada malam hari saja.

Penampakan kelinci ini di alam liar ini memang sulit ditemukan. Foto yang diperoleh pada kelinci Sumatera tersebut merupakan hasil jebakan yang dipasang di hutan pada beberapa titik tertentu.

Nama lain dari kelinci Sumatera adalah kelinci belang Sumatera dan kelinci Sumatera telinga pendek. Ciri dari kelinci Sumatera diantaranya yaitu:

  • Warna bulunya adalah coklat.
  • Bulu di bagian bawah perut bawahnya berwarna putih.
  • Bagian punggung dan wajah terdapat warna coklat gelap yang memiliki garis.
  • Ekornya pendek dan berwarna merah.

5. Rambon

Rambon
Source: shopee.co.id

Masih ada lagi kelinci lokal berikutnya yang berasal dari Indonesia yaitu kelinci rambon, yaitu kelinci hasil kawin silang antara kelinci Jawa dengan New Zealand.

Tujuan utama dari menyilangkan perkawinan kelinci ini adalah untuk memanfaatkan daging hewan ternak tersebut.

6. Rex Lokal

Rex Lokal
Source: arenahewan.com

Kelinci rex lokal merupakan varietas dari jenis kelinci yang pada awalnya adalah kelinci impor, lalu dikembangbiakkan oleh para peternak kelinci yang ada di Indonesia.

Apakah rex lokal ini akan dikawinkan dengan rex impor tidak masalah karena nama dan sebutannya tetap kelinci rex lokal.

Jenis Kelinci Hias yang Bisa Menjadi Hewan Peliharaan

Jenis Kelinci Hias yang Bisa Menjadi Hewan Peliharaan
Source: humansociety.org

Kelinci hias merupakan kelinci yang juga bisa dikonsumsi, dan bisa menjadi hewan peliharaan. Jika ingin memelihara kelinci maka sebaiknya pilih kelinci hias saja karena memang lebih cocok. Berikut ini jenis-jenis kelinci yang termasuk ke dalam kelinci hias:

1. Kelinci Anggora

Selain kucing yang berasal dari ras anggora ternyata ada juga kelinci yang termasuk ras anggora. Kelinci anggora ini asalnya dari Ankara Turki. Sama seperti kucing, kelinci anggora juga memiliki bulu yang lebat dan lembut dan memenuhi seluruh bagian tubuhnya.

Terkadang bagian wajahnya juga tidak terlihat karena tertutup oleh bulunya yang lebat. Kelinci ini pada awalnya ditemukan oleh seorang pelaut dari Inggris kemudian di tahun 1723 dibawa ke Negara Perancis.

Bobot tubuhnya kurang lebih 3,5 kg. Karakteristik kelinci ini berbeda, jika biasanya kelinci itu aktif dan senang berlarian maka karakteristik kelinci anggora lebih kalem dan lebih tenang.

2. Kelinci Dutch

Jika bosan dengan kelinci yang warna bulunya putih maka cobalah memelihara kelinci dutch yang memiliki kombinasi warna bulu beragam seperti warna bercak hitam, warna putih, abu-abu atau warna coklat.

Kelinci dutch yang warna bulunya putih campur hitam, tampak seperti boneka hidup saking lucunya. Tak hanya itu, kelinci ini juga memiliki bulu yang mirip dengan bulu kucing.

Tapi di bagian mulutnya dan diantara matanya memiliki warna putih, yang memisahkan warna bulu di telinganya yang berwarna hitam.

3. Kelinci Flemish Giant

Flemish Giant merupakan kelinci hias yang ukuran tubuhnya besar dan bobot tubuhnya berat. Bahkan, bobotnya bisa mencapai 15 kg atau bisa juga lebih dari itu. Tapi ukuran telinganya tidak sepanjang jenis kelinci English Lop.

Kelinci raksasa ini ditemukan pertama kali di Belgia dan sudah mulai dibudidayakan sejak abad ke-16. Pada awalnya flemish giant dibudidayakan hanya untuk menjadi kelinci untuk dikonsumsi karena memiliki ukuran yang besar.

4. Kelinci Netherland Dwarf

Kebalikan dari flemish giant, kelinci jenis Netherland Dwarf memiliki ukuran yang mini. Ukurannya sangat kecil bahkan dari berbagai jenis kelinci yang ada, ukuran tubuhnya adalah yang paling kecil.

Untuk kelinci netherland dwarf dewasa bobotnya pun hanya 1,25 kg saja sedangkan untuk kelinci anak beratnya hanya 500 gr.

5. Kelinci American Fuzzy Lop

Masih ada lagi kelinci hias lainnya yang juga bisa dipelihara, yaitu american fuzzy lop. Kelinci ini juga menjadi hasil kawin silang antara french angora dengan holland lop.

Kelinci american fuzzy lop ini juga mempunyai bulu yang tebal dengan ukuran telinganya yang kecil tapi panjang. Warna bulunya cukup variatif yaitu warna putih, full abu-abu, dan coklat.

6. Kelinci Himalaya

Kelinci hias yang juga cukup populer dan banyak dipelihara adalah kelinci himalaya. Jenis yang satu ini juga sering disebut dengan kelinci Cina atau Rusia, dengan warna bulu yang dominan putih.

Namun terdapat warna gelap di bagian telinga, hidung, ekor, dan juga kaki. Sayangnya, kelinci himalaya sulit untuk dibudidayakan sehingga harganya cukup mahal di pasaran. Untuk harga termahalnya yaitu Rp4 juta.

Ketika dikawinkan kelinci ini bisa melahirkan 2-6 ekor anak kelinci. Walaupun harganya tinggi tetapi sepadan dengan warna matanya yang unik, ada yang warna pink ada juga yang berwarna merah.

Tak heran jika kebanyakan orang yang memelihara kelinci, lebih suka kelinci himalaya karena memang sangat menarik.

7. Kelinci English Lop

Salah satu kelinci hias yang terkenal di Indonesia adalah kelinci english lop. Ciri khas dari kelinci ini adalah ukuran telinganya yang panjang. Pada saat usianya baru 4 bulan telinganya akan menurun bahkan sampai menyentuh ke tanah.

Kelinci ini merupakan hasil mutasi gen dari kelinci himalaya, anggora, dan dutch. Bobot kelinci ini antara 4-6 kg karena ukuran tubuhnya memang cukup besar.

Jika dilihat dari data The Guinness Book of Records, kelinci ini mencetak rekor sebagai kelinci dengan telinga paling panjang yaitu sekitar 79 cm.

8. Kelinci French Lop

Kelinci yang dinamakan dengan french lop memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot tubuhnya bisa mencapai 12 Kg. Kelinci french lop merupakan hasil kawin silang dari kelinci english lop dengan flemish giant yang memang merupakan kelinci raksasa.

Dari perkawinan itulah tubuh kelinci french lop ini besar dan juga berat, ditambah lagi dengan ukuran telinganya yang panjang. Harga kelinci ini bervariasi dan bergantung dari masing-masing usianya.

9. Kelinci Holland Hop

Tak hanya kelinci english lop saja, ada juga kelinci hias lainnya yang disebut dengan kelinci holland hop. Jumlah penyuka kelinci ini juga sangat banyak karena ciri fisiknya yang menggemaskan.

Kelinci holland hop adalah hasil kawin silang antara kelinci english lop, netherland dwarf, dan french lop. Kelinci yang satu ini juga sering disebut dengan holland dwarf.

Ciri fisik dari kelinci holland hop yaitu ukuran kakinya pendek, hidungnya pesek, kepalanya bulat, dan telinganya yang panjang.

Jenis Kelinci Pedaging yang Bisa Dikonsumsi

Jenis Kelinci Pedaging yang Bisa Dikonsumsi
Source: rumah-bumn.id

Selain menjadi peliharaan, kelinci juga bisa dikonsumsi. Kelinci yang dapat dikonsumsi biasanya disebut dengan kelinci pedaging yang memang khusus untuk diolah dan diperjualbelikan. Rasa daging kelinci tak kalah enaknya dengan daging ayam, kambing, atau sapi.

Ciri khas dari kelinci pedaging yaitu memiliki bulu yang pendek dan badan yang besar. Inilah beberapa kelinci pedaging yang bisa dikonsumsi:

1. Kelinci Rambon

Sebagai kelinci lokal asli dari Indonesia, kelinci rambon juga termasuk jenis kelinci pedaging. Kelinci rambon adalah hasil kawin silang antara kelinci impor dengan kelinci lokal. Ukuran kelinci ini tak terlalu besar seperti yang lainnya, tapi bobot rata-ratanya hanya 3,5 kg saja.

Tapi cara merawat kelinci rambon terbilang mudah. Ketika usianya lebih dari 6 bulan ke atas maka kelinci ini sudah bisa dikawinkan dan dalam waktu 1 tahun sudah berkembang biak hingga empat kali banyaknya.

Setiap kali melahirkan, kelinci rambon akan melahirkan 6 ekor anak kelinci. Ciri fisik dari kelinci ini yaitu mempunyai tubuh yang memanjang, selain itu mereka juga lebih aktif dan memiliki tingkat produktivitas yang tinggi.

2. Kelinci New Zealand

Kelinci jenis pedaging yang berikutnya dan menjadi favorit banyak orang adalah kelinci New Zealand. Awalnya kelinci ini berasal dari wilayah Amerika dan menjadi hasil persilangan antara kelinci belgian hare dan flemish giant.

Kelinci pedaging ini juga terbilang unggulan dan nomor satu, bukan hanya karena rasanya yang enak saat dagingnya diolah tapi cara perawatannya pun cocok di Indonesia dan terbilang cukup mudah.

Ciri fisik dari kelinci New Zealand ini adalah kepala besar dan badannya pun besar serta agak bundar. Ukuran telinganya pun besar dan bagian ujungnya lebih tebal dengan ujung yang agak membulat.

Ditambah lagi ada tonjolan pada bagian dadanya yang keluar, dan hal itu menjadi ciri khas dari kelinci New Zealand. Warna bulunya yaitu putih, hitam, atau abu-abu dan tak mempunyai corak seperti kelinci lainnya.

3. Kelinci American Chin

Kelinci pedaging selanjutnya yang juga bisa menjadi hewan peliharaan adalah kelinci American Chin. Biasanya kelinci ini banyak dibudidayakan di Indonesia, kelinci ini juga adalah hasil impor dari wilayah Amerika dan memiliki ukuran tubuh yang besar.

Selain itu, kelinci American chin ini juga menghasilkan jenis kelinci American sable yang untuk pertama kalinya ditemukan di tahun 1924 silam. Ciri yang khusus dari kelinci ini adalah mempunyai warna bulu abu-abu mutiara hitam dan juga abu-abu gelap.

Ukurannya beragam untuk kelinci yang tubuhnya besar bobotnya bisa mencapai 8 kg kemudian bagian telinganya panjang dengan bagian ujungnya yang agak lancip.

4. Kelinci Flemish Giant

Kelinci flemish giant merupakan salah satu kelinci hias yang juga merupakan kelinci pedaging yang cukup populer. Jenis ini asalnya dari wilayah Eropa dan sampai saat ini telah menyebar di wilayah Indonesia.

Kelinci flemish giant ini juga sama dengan kelinci New Zealand yang menjadi kelinci favorit banyak orang. Penyebabnya adalah ukuran tubuhnya yang besar dan saking besarnya, ukuran tubuh kelinci tersebut melebihi ukuran tubuh normal kucing secara umum.

Kelinci yang satu ini tak hanya bisa diternakkan saja tapi juga dikategorikan sebagai kelinci hias, karena bulunya yang tebal. Sifat dan karakteristik kelinci flemish giant adalah jinak pada manusia, dan jika diternakkan akan sangat menguntungkan bagi si peternak.

Kelinci ini baru bisa dikawinkan saat usianya 6-7 bulan dan sekalinya melahirkan, mampu melahirkan anak kelinci sampai 12 ekor banyaknya. Panjangnya bisa sampai 50 cm sedangkan bobotnya bisa sampai 6-12 kg.

Bagian kepalanya lebar dengan telinga yang tegak dan panjang telinganya bisa mencapai 15 cm. Sedangkan untuk warna bulunya cukup bervariasi ada yang hitam, abu-abu, putih, dan coklat.

5. Kelinci Rex

Kelinci rex termasuk kelinci lokal Indonesia yang menjadi hasil perkawinan silang antara kelinci liar dengan kelinci hias khas dari Perancis. Untuk pertama kalinya kelinci ini ditemukan di tahun 1919 pada sebuah peternakan yang ada di Negara Perancis.

Namun, baru di tahun 2000an kelinci rex mulai populer di Indonesia. Selain menjadi kelinci hias kelinci ini juga bisa dipelihara, tapi sangat sensitif pada air sehingga ketika dimandikan kelinci rex bisa menjadi sangat stres.

Maka untuk membersihkan tubuhnya sebaiknya tak usah dimandikan tapi dilap saja dengan kain basah. Tubuhnya tak terlalu besar tapi kelinci ini juga menjadi salah satu jenis kelinci pedaging. Dagingnya banyak diminati oleh banyak orang, tetapi bulunya tak setebal kelinci lainnya.

Banyaknya jenis kelinci baik yang lokal, impor, hias, atau pedaging pilih salah satu kelinci yang menguntungkan. Apakah akan diternakan, diperjualbelikan, atau hanya dipelihara saja di rumah. Semua kelinci tersebut memiliki keunggulan masing-masing.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar