Home » 8 Jenis jenis Kumbang dengan Mekanisme Paling Unik di Dunia

8 Jenis jenis Kumbang dengan Mekanisme Paling Unik di Dunia

oleh tukang konten
8 Jenis-jenis Kumbang dengan Mekanisme Paling Unik

Tak banyak orang yang tahu tentang jenis jenis kumbang yang ada di dunia ini. Pada dasarnya, setiap jenis kumbang yang ada di dunia ini akan memiliki mekanismenya sendiri-sendiri dan beberapa di antaranya ada juga yang memiliki mekanisme paling unik.

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa kumbang termasuk jenis serangga yang memiliki penampilan bersih, unik, bahkan hingga cara perawatan yang mudah. Maka dari itu, tidak mengherankan jika jenis serangga yang satu ini sering digemari oleh masyarakat Indonesia.

8 Jenis jenis Kumbang Tanduk dengan Mekanismenya yang Unik

Membudidayakan kumbang memang akan menjadi salah satu jenis aktivitas yang menyenangkan. Sebab, untuk merawat jenis serangga yang satu ini, Anda tidak akan membutuhkan metode-metode yang terlalu rumit untuk dilakukan.

Sementara itu, perlu diketahui oleh semua orang bahwa sebenarnya kumbang dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Disini akan dibagikan informasi lengkap tentang macam-macam kumbang tanduk yang memiliki mekanisme paling unik, yaitu:

1. Kumbang Capit

Kumbang Capit
Sumber: commons.wikimedia.org

Pada dasarnya, kumbang capit berasal dari golongan Lucanidae. Kumbang capit akan memiliki capit yang berukuran besar dan memberikan kesan yang menakutkan. Bahkan, capit yang ada pada kepala kumbang si jantan pun tidak dapat mengatup dengan sempurna.

Nantinya, capit ini hanya bisa digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis atau bisa juga digunakan untuk melindungi diri dengan kumbang jantan lainnya. Kumbang dengan jenis ini sangat mudah ditemui di alam-alam liar, sehingga di Indonesia sendiri juga ada beberapa sebagiannya. 

Dengan bentuknya yang terlihat cukup unik, menjadi hal yang wajar bahwa jenis serangga yang satu ini tergolong dalam kategori kumbang yang memiliki mekanisme terunik.

2. Kumbang Badak

Kumbang Badak
Sumber: wikipedia.org

Nama latin dari kumbang badak adalah European rhinoceros beetle. Kumbang badak tergolong spesies oryctes nasicornis sehingga ini menjadi ciri khas tersendiri bagi jenis serangga kumbang badak.

Sementara itu, sudah ada beberapa orang yang mempertanyakan tentang alasan kumbang jenis ini diberi nama sebagai kumbang badak. Alasannya sendiri adalah karena kumbang dengan jenis ini memiliki tanduk yang menyerupai cula pada badak di bagian kepalanya.

Nantinya, kumbang badak akan mengeluarkan suara yang mendesis ketika sedang terancam atau tubuhnya sedang terangkat. Selain itu, untuk habitat asli dari kumbang badak adalah di wilayah Eropa Utara sehingga tidak mengherankan jika nama latinnya mengandung nama European.

3. Kumbang Banteng

Kumbang Banteng
Sumber: wikipedia.org

Untuk warnanya sendiri cukup mirip dengan warna tubuh kecoa sehingga ada beberapa orang yang sering salah mengenali kumbang jenis ini sebagai kecoa. Panjang tubuh kumbang banteng sendiri adalah sekitar 4,5 cm–5,5 cm.

Kumbang banteng juga sering disebut sebagai ox beetle dan berasal dari wilayah Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Spesies ini akan dilengkapi dengan 3 tanduk besar yang ada di bagian thorax-nya. Dengan begitu, ini bisa menjadi ciri khas tersendiri bagi kumbang banteng.

Ada 1 perbedaan yang membuat kumbang banteng cukup berbeda dibanding 2 spesies kumbang sebelumnya, yaitu untuk kumbang banteng sendiri masih tergolong spesies kumbang yang memiliki tanduk berukuran kecil.

4. Kumbang Gajah

Kumbang Gajah
Sumber: wikipedia.org

Umumnya, jenis jenis kumbang akan dibedakan menurut spesiesnya masing-masing. Sementara itu, untuk kumbang gajah sendiri akan termasuk dalam spesies megasoma elephas. 

Dengan panjang tubuhnya yang hampir mencapai angka 12 cm, membuat kumbang yang satu ini lebih mudah dikenali. Habitat asli kumbang gajah adalah Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Australia. 

Namun, tak menutup kemungkinan bahwa kumbang gajah saat ini juga sudah mulai menyebar di beberapa wilayah Indonesia. Nantinya, ukuran tubuh kumbang gajah jantan akan lebih besar dibanding kumbang gajah betina. 

Bahkan, ada beberapa kumbang gajah jantan yang memiliki ukuran tubuh 2 kali lipat dari ukuran tubuh kumbang gajah betina.

5. Kumbang Hercules

Kumbang Hercules
Sumber: wikipedia.org

Hanya dengan melihat dari tampilannya saja, pasti sudah membuat banyak orang ketakutan. Ya, kategori kumbang yang satu ini memiliki ukuran tanduk yang sangat besar dan panjang sehingga sering membuat banyak orang takut ketika melihatnya.

Ukuran tubuh kumbang hercules adalah di kisaran 6,5 cm hingga 17 cm. Jadi, ada kumbang hercules yang berukuran kecil, namun ada juga beberapa di antaranya yang berukuran panjang. Nantinya, ukuran tanduk kumbang hercules jantan akan lebih panjang dibanding ukuran tubuhnya sendiri.

Sementara itu, di daerah Amerika sendiri spesies kumbang satu ini sering dijadikan sebagai hewan peliharaan favorit bagi anak-anak. Pasalnya, kumbang hercules memiliki keunikan tersendiri yang dapat dibanggakan oleh para pemiliknya.

6. Kumbang Triceratops

Kumbang Triceratops
Sumber: adearisandi.wordpress.com

Untuk kategori kumbang yang satu ini tergolong dalam spesies phileurus truncatus. Sedangkan untuk nama latin dari kumbang triceratops adalah Triceratops Beetle. Nama latinnya ini lebih dikenal di wilayah Amerika Utara karena habitat aslinya sendiri adalah di wilayah tersebut.

Tak seperti spesies-spesies kumbang yang lainnya, untuk kumbang dengan jenis ini sendiri bisa bertahan hidup hingga lebih dari 1 tahun. Selain itu, perbedaan lain yang dimiliki kumbang jenis ini adalah kumbang triceratops merupakan serangga karnivora.

Jadi, hewan-hewan seperti cacing, jangkrik, atau beberapa jenis serangga lainnya akan menjadi makanan utama dari kumbang triceratops.

7. Kumbang Tanduk Besar

Kumbang Tanduk Besar
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Habitat asli dari kumbang tanduk besar adalah di Amerika Selatan atau lebih tepatnya di daerah Guyana. Namun, meski habitat aslinya berada jauh dari negara Indonesia, tidak menutup kemungkinan bahwa kategori kumbang ini juga sudah menyebar di beberapa wilayah Indonesia.

Sesuai dengan namanya, ukuran tanduk dari kategori kumbang ini tergolong sangat besar. Bahkan, ukuran tubuhnya sendiri bisa mencapai hingga angka 12 cm. Nantinya, larva kumbang tanduk besar ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berubah menjadi kumbang dewasa.

Jika dihitung-hitung, proses pertumbuhan ini bisa membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun. Tentu ini menjadi jangka waktu yang cukup lama mengingat biasanya kumbang jenis lainnya bisa melalui proses ini secara lebih cepat.

8. Kumbang Kelapa

Kumbang Kelapa
Sumber: wikipedia.org

Bentuk yang unik mungkin paling tepat untuk menggambarkan kategori kumbang yang satu ini. Ya, kumbang kelapa memiliki bentuk yang sangat unik dan ukurannya sendiri di kisaran 4,5 cm–7 cm. Jadi, ukuran tubuh kumbang ini tidak akan terlalu besar maupun kecil.

Pada dasarnya, kumbang kelapa berasal dari Asia Pasifik. Namun, sekarang kategori kumbang kelapa ini sudah menyebar ke beberapa daerah tertentu seperti Kalimantan, Thailand, Filipina, Malaysia, bahkan hingga Australia.

Warna tubuhnya adalah coklat tua sehingga tidak terlalu berbeda jauh dengan spesies-spesies kumbang lainnya.

Jenis jenis kumbang yang ada di atas memiliki ciri khasnya masing-masing sehingga semua orang pasti akan lebih mudah dalam membedakannya. Selain memiliki ciri khas pada bagian tubuhnya, beberapa spesies kumbang yang ada di atas juga memiliki sistem mekanismenya sendiri.

Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa ketika Anda ingin membudidayakan beberapa spesies kumbang tertentu, Anda perlu mengenali jenisnya dengan baik terlebih dahulu.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar