Home ยป 11 Jenis Ayam yang ada di Indonesia (Ternak & Peliharaan)

11 Jenis Ayam yang ada di Indonesia (Ternak & Peliharaan)

oleh tukang konten
11 Jenis Ayam Populer di Indonesia dan Karakteristiknya

Ayam merupakan salah satu jenis unggas yang cukup populer dan familiar di Indonesia. Tidak hanya dijadikan sebagai hewan ternak, saat ini beberapa jenis ayam banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan. Karena daya tarik ayam semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Populernya ayam tersebut tidak terlepas dari ciri khas dan karakteristiknya yang berbeda-beda. Banyak sekali ayam unik dan menarik yang dapat dijadikan hewan peliharaan hingga peluang bisnis bagi orang yang menyukai bisnis. Apa saja ayam yang populer di Indonesia? Simak berikut ini.

Berbagai Jenis Ayam yang Populer di Indonesia

1. Ayam Bangkok

Ayam Bangkok
Source: shopee.co.id

Ayam Bangkok merupakan salah satu ayam yang biasa diikutkan pada kontes adu ayam. Ayam Bangkok sendiri berasal dari Thailand dan sudah banyak dikembang biakkan di Indonesia. Selain itu, banyak juga orang yang menjadikan ayam Bangkok sebagai kuliner ayam karena dagingnya yang empuk dan lezat.

Jenis ayam Bangkok sangat beragam. Hingga saat ini terdiri dari:

  • Ayam Bangkok Wangkas, cirinya mempunyai bulu berwarna kemerahan atau keemasan.
  • Ayam Bangkok Wiring, mempunyai bulu rawis kemerahan, ekor kuning kemerahan dan banyak dijumpai di tempat-tempat umum.
  • Ayam Bangkok Jali, ayam jenis ini memiliki bulu berbintik warna putih, merah, dan hitam. Juga disebut dengan Ayam Blirik.
  • Ayam Bangkok Blorok, mirip dengan ayam Bangkok Jali. Perbedaannya pada bintik yang dimilikinya. Ayam Bangkok Blorok mempunyai bintik yang lebih rapi dan berwarna corak totol dengan dominasi warna putih.
  • Ayam Bangkok Klawu, Jragem, dan Putih, Ayam Bangkok yang mempunyai warna bulu asli abu-abu dengan campuran warna lain seperti hitam, merah, dan kuning (Klawu) dan mempunyai dasar bulu berwarna hitam (Jragem).

Di pasaran, ayam Bangkok hidup dijual pada kisaran harga 200 ribu rupiah untuk ayam yang berumur 2 minggu, dan harga 300 ribu hingga 600 ribu per ekor untuk usia kurang dari 6 bulan. Harga tersebut tergantung pada hasil persilangan kawin Ayam Bangkok itu sendiri.

Apabila tingkatan penjualan ayam Bangkok sudah masuk dalam dunia sabung ayam, maka ayam Bangkok bisa dijual hingga jutaan rupiah. Terlebih lagi jika ayam tersebut mempunyai corak bulu yang lebih indah, maka harga jualnya juga akan semakin tinggi.

2. Ayam Pelung

Ayam Pelung
Source: tokopedia.com

Selain ayam Bangkok, ada juga ayam yang sering diikutkan dalam kontes perlombaan ayam, yaitu ayam pelung. Ayam pelung terkenal dengan suara lengking kokokannya sehingga sering maju dalam kontes suara kokokan ayam. Tidak hanya itu, ayam pelung juga dijadikan sebagai ayam hias.

Ayam lokal satu ini berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Untuk mempertahankan bunyi suara tersebut, pemeliharaan ayam pelung harus diperhatikan. Salah satunya adalah asupan pakan yang bergizi seperti pakan yang mengandung protein, kalsium dan zat gizi lainnya.

Karakteristik ayam pelung yang baik mempunyai postur tubuh yang besar, kuat dan kokoh. Bentuk tubuh ini juga menunjukkan bahwa ayam pelung tersebut sehat dan bisa menghasilkan suara kokok yang merdu, lengking dan menghasilkan nada kokok yang indah.

Kemudian ayam pelung jantan mempunyai tubuh yang lebih besar dari ayam pelung betina. Ayam pelung memiliki cakar panjang bewarna hitam, putih, hijau dan kuning. Ayam ini tidak disarankan untuk dibudidayakan, kecuali untuk kepentingan perlombaan atau kontes kokokan ayam.

3. Ayam Ayunai

Ayam Ayunai
Source: duniabinatang.net

Jenis ayam selanjutnya adalah ayam lokal yang juga populer di Indonesia adalah ayam ayunai. Ayam ini berasal dari Jayapura, Papua. Ayam ayunai sering diikutkan dalam kontes pertarungan ayam. Hal ini dikarenakan bentuk tubuh ayam ayunai yang kuat dan berotot.

Ukuran tubuh ayam ayunai lebih besar daripada ayam kampung biasa. Bentuk tubuhnya oval dan mempunyai leher yang tampak gundul karena pengaruh dari bulunya yang hanya tumbuh pada bagian bawah tembolok hingga bagian ekor.

Ayam jenis ini termasuk ayam yang kuat bertelur. Dalam satu kali bertelur bisa menetaskan telur hingga 14 butir telur. Oleh karena itu, ayam ini sangat direkomendasikan untuk dibudidayakan sehingga bisa menjadi peluang usaha bagi pemelihara ayam ataupun peternak ayam.

4. Ayam Kate

Ayam Kate
Source: kompasiana.com

Ayam kate termasuk ke dalam jenis ayam yang bertubuh kecil. Ukuran tubuhnya yang kecil ini menjadi ciri khas dan pembeda dari ayam-ayam lainnya. Kemudian ayam kate juga dijadikan sebagai ayam hias karena mempunyai jejeran bulu-bulu yang indah pada tubuhnya.

Ayam ini merupakan ayam yang jinak, manja, mudah mengalami kawin silang, dan populasinya kini sudah sangat kecil. Memiliki karakteristik tersebut membuat ayam kate lebih banyak dijadikan peliharaan daripada hewan ternak.

Oleh sebab itu, hingga saat ini ayam kate lebih banyak dikembang biakkan untuk ditetaskan lagi bukan untuk dikonsumsi. Padahal, rasa telur yang dihasilkan oleh ayam kate mempunyai cita rasa yang gurih, enak, nikmat, dan sangat baik untuk kesehatan.

Ayam kate terdiri dari beberapa jenis, yaitu ayam kate Burma, ayam kate Jepang, ayam kate berbulu, ayam kate serama, ayam kate batik dan masih banyak lagi. Berbagai jenis ayam kate tersebut banyak sekali dijadikan sebagai ayam hias.

Pemeliharaan ayam kate harus diperhatikan agar terhindar dari predator. Kemudian keadaan kandang ayam harus bersih dan membuat ayam kate menjadi betah dan nyaman saat tinggal di kandang. Hal ini akan membuat ayam kate menjadi lebih bisa bertahan hidup dan mudah untuk dipelihara.

5. Ayam Tukung

Ayam Tukung
Source: olx.co.id

Selanjutnya adalah ayam tukung. Jenis ayam ini merupakan salah satu ayam yang populasinya sudah mulai langka untuk ditemukan. Ayam endemik ini berasal Pontianak, Kalimantan Barat dan banyak dipelihara oleh keluarga kaya atau konglomerat saja.

Hal ini dikarenakan populasi yang langka sehingga harga jual untuk ayam ini juga semakin tinggi. Kemudian juga sangat jarang dibudidayakan. Selain dijadikan peliharaan, ayam tukung juga sering digunakan untuk ritual gaib bagi masyarakat yang memilikinya.

Beberapa masyarakat dari suku adat tertentu menggunakan ayam tukung sebagai tanda ucapan syukur kepada alam semesta.

Karakteristik unik pada tubuh ayam tukung adalah tidak memiliki bulu pada bagian ekor. Inilah yang menjadi daya tarik untuk memelihara dan menjadikan ayam tukung sebagai ayam hias.

6. Ayam Ciparage

Ayam Ciparage
Source: kaskus.co.id

Ayam yang juga populer di Indonesia selanjutnya adalah ayam ciparage. Jenis ayam yang satu ini berasal dari Karawang, Jawa Barat. Dalam sejarahnya, ayam ciparage pertama kali dipelihara oleh keturunan bangsawan yaitu Duke Raden Adipati Singaperbangsa.

Ia merupakan seorang pangeran Kerajaan Sunda. Ayam ini digunakan untuk keperluan pertarungan dan sering maju dalam pertandingan sabung ayam. Ayam yang sering menjadi lawannya adalah ayam jago.

Karakteristik menarik yang dimiliki oleh ayam ciparage adalah mempunyai bulu yang lebat di bagian ekor. Inilah yang menjadi daya tarik ayam ciparage hingga saat ini.

7. Ayam Balenggek

Ayam Balenggek
Source: panennews.com

Masih berasal dari kalangan ayam lokal, ayam selanjutnya adalah ayam balenggek. Ayam ini berasal dari Kecamatan Payung Sekaki dan Tigo Lurah di Sumatera Barat. Keunikan ayam balenggek juga berasal dari suara merdu kokokannya yang hampir sama dengan Ayam Pelung.

Karakteristik suara ayam balenggek cukup kuat. Kokokan ayam balenggek sangat bervariasi mulai dari 6 tingkatan nada sampai 24 tingkatan nada. Sangat merdu, bukan? Oleh karena itu, ayam balenggek juga sering diikutkan dalam kontes kokokan ayam di Indonesia.

Akan tetapi, pada saat ini populasi ayam balenggek juga sudah mulai menurun sehingga untuk menemukannya akan sedikit kesusahan. Selain itu, ayam balenggek merupakan hasil kawin silang antara ayam merah dan ayam kampung yang ada di daerah Sumatera Barat.

8. Ayam Cemani

Ayam Cemani
Source: jualayamhias.com

Ciri khas paling menonjol dari ayam cemani adalah tubuhnya yang berwarna hitam. Mulai dari jengger, bulu hingga kaki. Bahkan, daging dan darahnya juga cenderung berwarna hitam. Oleh sebab itu, harga jual untuk ayam jenis ini sangatlah tinggi mencapai puluhan juta rupiah.

Ayam ini termasuk jenis ayam hias di Indonesia. Jarang sekali dijadikan sebagai hewan ternak, mungkin karena harganya yang fantastis. Selain itu, ayam cemani juga sangat dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi pemiliknya.

Tidak hanya sebagai peliharaan, ayam cemani juga memiliki rasa yang enak apabila dikonsumsi.

9. Ayam Kalkun

Ayam Kalkun
Source: agromixlestarigroup.com

Selanjutnya adalah ayam kalkun atau biasa disebut dengan ayam turkey. Ayam ini mempunyai tubuh yang cukup besar dan juga dikonsumsi untuk makan sehari-hari atau pada acara formal dan mewah lainnya.

Kelebihan yang dimiliki oleh ayam kalkun adalah tubuh yang besar dan dapat berlari pada kecepatan mencapai 80 km/jam. Kemampuan ini digunakan oleh kalkun untuk menghindari kejaran dari predator yang siap memangsanya.

Kemudian, ayam kalkun juga bisa terbang jarak pendek hingga 90 meter. Kalkun liar mampu terbang lebih tinggi daripada Kalkun ternak.

Kalkun betina bisa menghasilkan telur tanpa melewati proses perkawinan dengan jantan. Akan tetapi, telur yang dihasilkan cenderung lemah saat menetas menjadi anak Kalkun. Kemampuan ini dimanfaatkan oleh peternak kalkun untuk menghasilkan telur Kalkun dalam jumlah yang banyak.

Daging dan telur kalkun sangat lezat untuk disantap sehari-hari. Bobot daging yang padat dan berisi menghasilkan masakan yang dimasak dari Kalkun dalam porsi yang banyak dan sangat menyehatkan. Karena daging kalkun mengandung protein dan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi.

10. Ayam Bali

Ayam Bali
Source: beritabali.com

Jenis ayam selanjutnya adalah ayam Bali. Ayam Bali merupakan salah satu unggas yang paling banyak ditemukan di daerah Bali sesuai dengan namanya. Ayam Bali mempunyai fisik dan postur tubuh yang atletis sehingga juga sering diikutsertakan dalam kontes pertarungan atau sabung ayam.

Bobot tubuh ayam Bali jantan bisa mencapai di atas 2,5 kg, dan ayam Bali betina bisa memiliki berat tubuh hingga 2,5 kg. Ini termasuk berat tubuh ayam yang cukup besar. Pada saat sekarang ini, populasi ayam Bali terus menurun.

Selain itu, dengan penampilan yang eksotis dan indah, ayam Bali sering dipelihara dan tidak dijadikan sebagai hewan ternak. Umumnya, ayam dengan ciri khas menarik dan kemampuan yang unggul akan lebih banyak dipelihara daripada dijadikan sebagai hewan ternak.

11. Ayam Banten

Ayam Banten
Source: pixabay.com

Ayam Banten mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan ayam Bangkok. Mulai dari tinggi hingga bentuk badan yang panjang. Ayam ini juga sering dijadikan sebagai peserta dalam kontes sabung ayam oleh masyarakat setempat.

Sifat yang dimiliki oleh ayam Banten adalah tidak pantang menyerah meskipun dihadapkan pada lawan yang mempunyai tubuh jauh lebih besar. Hal ini membuat potensi ayam ini lebih banyak dipelihara untuk dijadikan sebagai ayam petarung.

Sesuai namanya, jenis ayam ini berasal dari Banten. Populasi ayam Banten juga terus menurun sehingga saat ini sudah mulai sulit untuk ditemui. Salah satu alasannya adalah ayam Banten kurang mampu berkembang biak dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga cenderung lebih cepat mati.

Itulah beberapa jenis-jenis ayam yang cukup populer di Indonesia. Dengan memperhatikan dan mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh ayam tersebut, maka bisa dibedakan bahwa masing-masing ayam mempunyai kelebihan dan keunikannya sendiri.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar