Home » Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Pemakan Daging (Karnivora)

Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Pemakan Daging (Karnivora)

oleh tukang konten
Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Pemakan Daging (Karnivora)

Berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsi, hewan dibagi menjadi karnivora, herbivora, dan omnivora. Adapun untuk hewan pemakan daging sendiri disebut sebagai karnivora. Sebenarnya, masing-masing kelompok hewan memiliki perannya sendiri dalam rantai makanan.

Pada ulasan kali ini akan dibahas mengenai karnivora, baik itu berupa ciri-ciri maupun contohnya. Kebanyakan hewan karnivora memang memberikan kesan buas di alam. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai hewan pemakan daging di bawah ini.

Pengertian Karnivora

Pengertian Karnivora
Source: Wikipedia.com

Hewan pemakan daging disebut karnivora dan spesiesnya cukup beragam di alam. Hewan-hewan yang menyantap daging dengan memangsa hewan lain dikenal pula dengan sebutan predator.

Dalam rantai makanan, biasanya hewan karnivora berada di tingkat atas. Namun, perlu diingat bahwa pemakan daging ini tidak hanya hewan. Melainkan ada juga tumbuh-tumbuhan, serangga, dan hewan berukuran kecil lainnya.

Siapa sangka, karnivora juga ada yang merupakan tumbuhan sehingga disebut tumbuhan karnivora. Beberapa jenis fungi atau jamur juga memakan hewan mikroskopis sehingga dikenal dengan fungi karnivora.

Klasifikasi Karnivora

Klasifikasi Karnivora
Source: kidadl.com

Tak jarang istilah karnivora mengacu pada salah satu ordo dari hewan mamalia, yaitu “Carnivora”. Tidak sedikit yang akhirnya salah memahami kelompok hewan Carnivora yang memenuhi definisi pemakan daging.

Padahal, tidak semua hewan pemakan daging menunjukkan ciri seperti itu. Misalnya kebanyakan spesies beruang nyatanya adalah hewan omnivora, kecuali panda karena termasuk herbivora.

Salah satu hewan yang 100% hanya memakan daging adalah beruang kutub karena habitatnya sendiri minim tumbuhan. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa klasifikasi dari karnivora berikut ini.

1. Karnivora Obligat

Karnivora obligat disebut juga sebagai karnivora sejati, yaitu hewan yang sepenuhnya bergantung pada daging hewan lain dalam mempertahankan hidupnya. Hewan pemakan daging ini tidak memiliki sistem dan organ pencernaan yang mendukung untuk mengkonsumsi tumbuhan.

Tak heran jika akhirnya hewan karnivora obligat tidak bisa mencerna tumbuhan dengan baik. Jika memaksakan memakannya, maka tumbuhan dalam pencernaannya hanya lewat begitu saja. Bahkan berujung pada proses emesis atau muntah, yaitu mengeluarkan paksa bahan makanan melalui mulutnya.

Contohnya adalah kucing yang membutuhkan makanan berprotein tinggi untuk proses metabolismenya. Terlebih hewan satu ini juga tidak bisa mensintesis zat-zat tertentu, misalnya arginin dan asam arachidonat.

2. Hiperkarnivora

Jenis hewan yang memakan daging berikutnya adalah hiperkarnivora dimana 70% sumber makanannya daging. Hiperkarnivora biasanya tidak dapat mencerna tumbuhan dengan baik. Tak heran jika jenis makanan yang dikonsumsinya berupa daging.

Karakteristik utama dari hewan yang termasuk hiperkarnivora adalah memiliki otot wajah dan tengkorak kuat. Bentuk kepala seperti itu berfungsi untuk memegang mangsa, mematahkan tulang, dan memotong daging.

3. Mesokarnivora

Mesokarnivora merupakan kelompok hewan yang memakan daging sejumlah 50% dari kebutuhan makanannya. Pertanyaannya, mengapa hanya setengahnya memakan daging dari semua kebutuhan asupan makanan? Alasannya karena hewan mesokarnivora tidak hanya memakan daging, namun bahan lainnya.

Mulai dari sayur, buah, hingga jamur maka mereka akan memakannya. Karakteristik utama dari kelompok pemakan daging ini adalah ukurannya yang biasanya lebih kecil. Terutama jika dibandingkan dengan hiperkarnivor, hewan jenis ini juga biasanya tinggal di lingkungan tidak jauh dari manusia.

4. Hipokarnivora

Klasifikasi hewan karnivora berikutnya adalah hipokarnivora, yaitu hewan yang kebutuhan dagingnya sekitar 30% saja dari total kebutuhan makanannya. Jenis hewan ini bisa memakan daging, namun kebanyakan asupan makanannya adalah ikan, buah-buahan, kacang-kacangan, dan akar.

Tak jarang hewan yang termasuk ke dalam kelompok ini dimasukkan ke dalam kategori omnivora.

Karakteristik Khusus Karnivora

Karakteristik Khusus Karnivora
Source: toppr.com

Perlu diketahui bahwa karakteristik utama dari hewan pemakan daging adalah organ tubuhnya yang mendukung untuk menangkap dan mengoyak mangsa. Hal ini bisa dilihat dari bentuk gigi dan cakar vertebrata atau hewan yang memiliki tulang belakang. Terlebih jika statusnya juga merupakan predator.

Meski demikian, anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena beberapa hewan yang memakan daging tidak berburu sendiri. Bahkan ada yang memakan daging yang sudah memakan bangkainya. Meski pada beberapa karnivora pemburu juga memakan mangsa yang sudah menjadi bangkai.

Dengan demikian, alasan inilah yang membuat karnivora pemakan bangkai tidak memiliki karakteristik khusus berupa organ yang mendukung untuk memangsa.

Sistem Pencernaan Hewan Pemakan Daging

Sistem Pencernaan Hewan Pemakan Daging
Source: wildexplained.com

Hewan yang memakan daging memiliki sistem pencernaan yang cenderung pendek. Hal ini karena proses pencernaan di dalamnya tidak perlu memecah selulosa seperti hewan yang mekaan tumbuhan.

Tidak sedikit hewan pemangsa yang akhirnya memiliki evolusi mata. Arah matanya menjadi menghadap ke depan, kemungkinan karena terjadi persepsi kedalaman pandangan. Sebenarnya, hal ini terjadi secara umum pada hewan predator mamalia.

Jenis predator lainnya seperti buaya mempunyai mata yang menghadap ke samping. Tak heran jika akhirnya mereka berburu dengan cara menyergap mangsa dibanding mengejarnya.

Ciri-Ciri Umum Karnivora

Ciri-CIri Umum Karnivora
Source: roaring.earth

Agar bisa membedakan antara hewan yang memakan daging atau karnivora dengan hewan lainnya, simak beberapa ciri-ciri umumnya sebagai berikut.

  • Kebanyakan habitat aslinya di padang rumput atau hutan
  • Biasanya merupakan hewan mamalia yaitu hewan yang memiliki kelenjar dan puting susu
  • Mempunyai cakar tajam yang berfungsi untuk mencengkeram mangsa
  • Memiliki kemampuan berlari kencang untuk mengejar dan memburu mangsa
  • Biasanya mampu mengeluarkan racun yang dapat melemahkan hidup mangsa
  • Memiliki daya penglihatan tajam tidak hanya di siang hari, melainkan juga saat malam hari
  • Indra penciuman dan pendengaran sangat peka dimana pun
  • Memiliki gigi taring yang tajam dan kuat untuk mengoyak daging mangsa
  • Kebanyakan merupakan hewan vertebrata yaitu memiliki tulang belakang
  • Memiliki kemampuan menyerang dan sanggup melumpuhkan mangsa dalam waktu singkat
  • Tubuhnya memiliki perut tunggal dengan sistem pencernaan pendek

Contoh Hewan Pemakan Daging

Setelah mengetahui karakteristik dan ciri umum dari karnivora, sebaiknya pahami pula contoh hewan pemakan daging. Kelompok hewan ini biasanya memiliki bentuk fisik yang mumpuni untuk melumpuhkan mangsanya, berikut beberapa contoh karnivora.

1. Harimau

Harimau
Source: Wikipedia.com

Hewan dengan nama ilmiah Panthera Tigris ini diklasifikasikan sebagai kelompok Felidae (kucing). Karakteristik utamanya yaitu corak warna tubuh berupa hitam dan coklat seluruhnya.

Meski termasuk ke dalam kelompok kucing, namun ukuran harimau adalah yang paling besar dibanding kucing lain. Misalnya jika dibandingkan dengan singa, macan tutul, dan cheetah. Tidak hanya itu, harimau juga lincah dalam mengincar dan memburu mangsanya.

Ketika berburu, hewan karnivora ini cenderung menangkap hewan pemakan tumbuhan atau yang disebut ominvora ukuran besar. Mulai dari rusa, zebra, kerbau, dan sapi.

2. Singa

Singa
Source: Wikipedia.com

Hewan pemakan daging satu ini memiliki nama ilmiah Panthera leo. Hewan yang sering disebut sebagai raja hutan ini juga termasuk ke dalam famili Felidae (kucing). Namun, perlu diketahui bahwa habitat asli singa bukan di hutan, melainkan padang rumput.

Cara hidup hewan pemangsa ini adalah dengan berkoloni. Mereka mendapatkan makanannya dengan memburu hewan pemakan tumbuhan di sekitarnya, misalnya rusa, sapi, kerbau, dan zebra.

Adapun untuk tugas perburuan sendiri biasanya diserahkan pada singa betina. Sementara itu, singa jantan cenderung lebih pasif dan hanya menunggu jatah daging hasil buruan betinanya.

Namun sebenarnya, singa jantan juga memiliki tugas secara tidak langsung dengan menjaga wilayah kekuasaan. Singa jantan memantau dan memastikan agar tidak ada hewan lain menempati wilayah yang sudah menjadi kekuasaannya.

3. Macan Tutul

Macan Tutul
Source: liputan6.com

Hewan pemakan daging dengan corak tubuh berupa bintik-bintik ini juga termasuk ke dalam famili Felidae (kucing). Jika diperhatikan dengan seksama, jenis hewan satu ini memiliki bentuk tubuh yang sama besarnya dengan harimau.

Namun, perbedaan mendasar jelas terdapat pada corak tubuhnya. Seperti yang telah diketahui, harimau memiliki corak belang hitam dan coklat. Adapun untuk habitat asli macan tutul di alam yaitu di tengah hutan.

4. Cheetah

Cheetah
Source: britannica.com

Contoh hewan karnivora berikutnya adalah cheetah, hewan ini memiliki kemampuan berlari paling cepat di dunia. Bagaimana tidak, cheetah bisa memburu mangsa dengan singkat karena sanggup mengejar dengan berlari 110 KM/jam.

Jika dilihat sekilas, tampilan cheetah memang sangat mirip dengan macan tutul. Hanya saja corak bintik keduanya berbeda karena corak cheetah cenderung paling sederhana. Bentuknya hanya berupa bulatan hewan di sekujur tubuhnya.

Sementara itu, corak macan tutul berupa motif bintik yang lebih lebar dan terdiri dari warna hitam-coklat.

Cheetah hidup di sekitar hutan liar dan kerap kali memangsa berbagai macam hewan pemakan tumbuhan. Misalnya zebra, rusa, kijang, kerbau, dan sebagainya.

5. Elang

Elang
Source: kompasiana.com

Burung elang adalah burung pemangsa yang termasuk ke dalam karnivora. Hewan yang dalam bahasa Inggris disebut eagle ini menjadi salah satu hewan berdarah panas. Pada dasarnya, elang termasuk hewan buas yang memperbanyak populasinya dengan cara ovovivipar atau bertelur.

Perlu diketahui bahwa burung elang tidak memiliki gerigi, melainkan paruh runcing untuk mencabik dan mengoyak mangsanya. Tidak hanya itu, elang juga memiliki kuku melengkung yang tajam sehingga mendukung untuk mencengkeram mangsa.

Penglihatan hewan pemangsa ini juga tidak perlu diragukan karena bisa memperhatikan hewan lain dari atas dengan baik. Mulai dari tupai, tikus, kadal, hingga ayam hutan.

6. Buaya

Buaya
Source: detik.com

Jenis hewan pemakan daging berikutnya adalah buaya yang dikenal sebagai reptil. Karnivora satu ini bertubuh besar dan memiliki habitat asli di air tawar, contohnya sungai, rawa, dan danau.

Namun ada juga buaya muara, yaitu yang hidup di air payau. Perlu diketahui bahwa buaya muara merupakan spesies terbesar yang hidup di wilayah alam Australia dan Asia Tenggara. Makanan utama jenis buaya ini adalah hewan vertebrata seperti ikan, ayam, dan mamalia.

7. Serigala

Serigala
Source: infobinatang.com

Jenis hewan karnivora berikutnya adalah serigala yang termasuk ke dalam famili anjing. Namun, perlu diketahui bahwa serigala tidak sejinak anjing-anjing biasa yang kerap kali dijadikan hewan peliharaan.

Serigala dikenal jauh lebih ganas sehingga tidak bisa dijadikan hewan peliharaan atau penjaga seperti anjing. Hewan ini terkenal dengan suara lolongannya, biasanya suara tersebut dikeluarkan di saat terpisah dari kelompoknya.

Tidak hanya itu, lolongan serigala yang khas tersebut bisa menjadi pertanda bahwa kegiatan berburu telah dimulai.

8. Hiu

Hiu
Source: detik.com

Karnivora selanjutnya adalah ikan hiu yang termasuk kelompok hewan Superordo Selachimorpha. Artinya, ikan satu ini memiliki kerangka tulang rawan yang tergolong lengkap dan mendetail.

Adapun habitat asli ikan hiu adalah di air laut dan seringkali memangsa ikan-ikan kecil di sekitar perairan yang ditempatinya. Pada beberapa kejadian, bahkan makhluk lebih besar tidak luput dari santapan hewan satu ini.

9. Komodo

Komodo
Source: nationalgeographic.grid.id

Hewan endemik asal Indonesia ini termasuk ke dalam hewan pemakan daging. Komodo dikenal sebagai spesies kadal terbesar di dunia hewan dengan habitat asli di Pulau Komodoi, Flores Rinca, Gili Dasami dan Gili Motang.

Karnivora satu ini memiliki lidah yang tergolong panjang, berwarna kuning, dan memiliki cabang. Panjang maksimal komodo bisa mencapai 3 meter bahkan lebih. Penglihatan hewan pemangsa ini juga tergolong luar biasa karena bisa memantau hingga kejauhan 300 meter.

Hewan pemakan daging kebanyakan merupakan vertebrata dan termasuk kelompok mamalia. Organ tubuhnya juga mendukung untuk memangsa hewan omnivora yang bahkan ukuran tubuhnya lebih besar dibanding pemangsanya itu sendiri.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar