Home ยป Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Amfibi, Apa Sajakah Itu?

Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Amfibi, Apa Sajakah Itu?

oleh tukang konten
Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Amfibi, Apa Sajakah Itu?

Dalam kehidupan sehari-hari, hewan amfibi seperti katak atau kodok cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Amfibi dalam tingkatan taksonomi termasuk golongan vertebrata, yaitu organisme bertulang belakang.

Amfibi juga termasuk hewan dengan keanekaragaman tinggi, bahkan tercatat sebanyak 8.450 spesies yang ada di dunia. Menariknya, jumlahnya terus bertambah seiring berjalannya waktu. Hampir setiap tahun ditemukan spesies baru dari kelompok amfibi.

Ciri-Ciri Hewan Amfibi

Ciri-Ciri Hewan Amfibi
Source: semutaspal.com

Hewan yang hidup di dua alam memang memiliki karakteristik tersendiri. Hewan amfibi adalah hewan yang juga mengalami berbagai perubahan fisik yang disebut metamorfosis.

1. Hewan Berdarah Dingin

Karakteristik amfibi yang pertama adalah berdarah dingin atau dikenal dengan istilah ektoterm. Artinya, hewan tersebut tidak memiliki kemampuan menjaga homeostatis suhu tubuhnya. Amfibi sangat bergantung pada suhu di lingkungan sekitarnya.

2. Mengalami Metamorfosis Sempurna

Perlu diketahui bahwa amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang mengalami proses metamorfosis sempurna.

Hal ini berbeda dengan hewan bertulang belakang lainnya karena perubahan tubuhnya dari waktu ke waktu begitu drastis. Dimulai dari telur, menetas, larva, dan seterusnya sampai menjadi amfibi dewasa.

3. Pada Fase Larva Bernapas dengan Insang

Ketika menetas dari telur dan menjadi larva, amfibi menggunakan insang untuk bernapas. Selanjutnya, larva mengalami metamorfosis yang sempurna sehingga terjadi perubahan drastis. Hal ini bisa dilihat pada organ paru-parunya yang terbentuk.

Selain itu, kulit pada hewan jenis amfibi juga digunakan untuk bernapas. Pada beberapa binatang amfibi masih memiliki insang yang digunakan sebagai sistem respirasi.

4. Respirasi melalui Kulit

Karakteristik  hewan jenis amfibi yang penting diketahui adalah organ kulitnya yang lembab dan permeabel. Tak heran jika pada organ tersebut terjadi proses repirasi, yaitu pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Kelenjar lendir pada kulit amfibi harus tetap lembab agar mereka bisa bernapas dengan lancar. Adapun pernapasan melalui kulit ini dikenal dengan istilah respirasi air.

5. Memiliki Kelenjar Kulit Khusus

Pada dasarnya, hewan jenis amfibi memiliki kelenjar kulit khusus yang berperan dalam melawan bakteri dan infeksi jamur. Mengingat hewan berdarah dingin satu ini memang hidup di lingkungan lembab dan basah. Habitat seperti itu cenderung disukai bakteri dan kuman untuk berkembang biak.

Beberapa amfibi bahkan memiliki kemampuan mengembangkan kelenjar kulit khusus. Organ tersebut dapat menghasilkan racun sebagai pertahanan diri dari musuh.

6. Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah pada amfibi adalah tertutup yang berarti darah melewati jantung sebanyak dua kali. Hal tersebut terjadi pada pembuluh darah dimana hewan jenis ini memiliki tiga bilik.

Adapun jantung amfibi memiliki dua atrium dan satu bagian ventrikel. Tak heran jika hewan yang mengalami metamorfosis ini memiliki sistem peredaran darah ganda tidak lengkap.

7. Kaki Memiliki Selaput

Ciri khas amfibi berikutnya adalah memiliki kaki yang berselaput. Selaput yang dimilikinya bisa diandalkan ketika hewan tersebut berenang di air.

8. Habitat di Air dan Darat

Ketika hewan amfibi menetas, mereka akan memulai kehidupan barunya di ar. Namun seiring berjalannya waktu, amfibi mengalami metamorfosis. Tak heran jika habitatnya pun berubah tidak hanya di air.

Saat fisiknya berubah karena metamorfosis, amfibi lebih banyak menghabiskan waktunya di darat. Meski demikian, baik di air maupun darat mereka lebih menyukai lingkungan lembab.

9. Pembuahan Sel Telur Eksternal

Dalam upaya memperbanyak keturunannya, amfibi tidak melakukan perkawinan. Adapun telur yang dikeluarkan cenderung bening, teksturnya mirip seperti jeli.

Menariknya, setelah itu telur mereka pun dibuahi. Selama proses metamorfosis berlangsung, hewan satu ini berkembang dengan cukup pesat.

10. Memiliki Empat Kaki Ketika Dewasa

Pada dasarnya, hal ini memang tidak berlaku pada semua jenis amfibi. Beberapa dikecualikan mengingat kebanyakan amfibi memang memiliki empat kaki ketika dewasa.

Contoh Hewan Amfibi

Beberapa hewan amfibi memiliki empat kaki ketika memasuki usia dewasa. Hal ini terjadi karena proses metamorfosis sempurna yang dialaminya. Namun, ada juga amfibi yang tidak memiliki kaki sehingga tidak dapat bergerak dengan cara berjalan.

Agar bisa memahami materi mengenai hewan amfibi dengan lebih baik, berikut beberapa contohnya.

1. Kodok

Kodok
Source: blogspot.com

Tidak bisa dipungkiri bahwa kodok memang menjadi hewan jenis amfibi yang paling populer. Adapun habitat asli hewan ini kebanyakan ditemukan di area sawah, sungai, rawa, selokan, dan sebagainya.

Kodok identik dengan cara bergeraknya dengan cara melompat. Selaput pada kakinya juga membantu dirinya agar tetap stabil ketika melompat maupun berenang. Tidak banyak yang tahu bahwa hewan ini ternyata juga memiliki kuku untuk melancarkan pergerakan di air.

Kaki kodok berukuran cukup panjang dan digunakan untuk melompat jarak jauh. Kebanyakan kodok berwarna hitam kecoklatan di lingkungan lembab.

2. Katak Sawah

Katak sawah
Source: nathanalwainter.blogspot.com

Tidak sedikit yang menyamakan antara kodok dan katak. Pada dasarnya, kedua hewan tersebut memang memiliki tampilan fisik serupa. Hanya saja ukuran katak lebih kecil dari kodok, begitu juga warnanya yang cenderung berbeda.

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna ini kerap kali dijumpai di sawah. Terutama pada genangan air di sekitarnya. Katak mempunyai kaki yang berselaput sehingga kemampuan berenangnya tidak perlu diragukan.

Jika dibandingkan dengan kodok, kulit katak cenderung lebih licin dan tidak berwarna mencolok. Hal lainnya yang perlu dipahami adalah katak tidak beracun seperti kodok.

Sistem respirasi katak ketika masih dalam bentuk kecebong menggunakan insang. Ketika sudah dewasa, katak memiliki sistem pernapasan yang sudah berubah dan dinamakan invertebrate.

3. Katak Pohon

Katak pohon
Source: ulyadays.com

Contoh hewan jenis amfibi lainnya adalah katak pohon, sekilas memang sangat mirip dengan katak sawah dan kodok. Namun, perlu diingat bahwa warna katak pohon lebih mencolok, bahkan lendirnya mengandung racun.

Adapun racun tersebut berfungsi sebagai pertahanan diri dari hewan lain yang hendak memangsanya. Tidak jauh berbeda dengan katak sawah, jenis hewan amfibi ini memangsa serangga.

Sesuai dengan namanya, katak jenis ini banyak ditemukan di pepohonan. Terlebih di area hutan yang cenderung lembab, hewan jenis amfibi ini cenderung mudah ditemukan.

Katak pohon memanfaatkan lidahnya untuk menangkap santapannya. Tidak hanya itu, amfibi satu ini memiliki kaki dengan bantalan. Tak heran jika pergerakannya akan lebih jauh dari satu pohon ke pohon lainnya.

4. Salamander

Salamander
Source: mongabay.com

Hewan amfibi selanjutnya adalah salamander yang memiliki tampilan fisik seperti cicak. Adapun upayanya dalam melindungi diri juga tidak jauh berbeda dengan cicak. Salamander akan mematahkan sebagian tubuhnya ketika merasa terancam.

Hewan ini juga memiliki keunikan lain karena memiliki kemampuan luar biasa, yaitu menyembuhkan luka pada tubuhnya sendiri. Amfibi satu ini bisa meregenerasi struktur kompleks pada tubuhnya yang mengalami cedera. Bahkan kemampuan ini berlaku untuk luka mana pun di seluruh badannya.

Salamander termasuk ke dalam golongan amfibi yang memperbanyak populasinya dengan cara ovovivipar.

5. Sesilia

Sesilia
Source: blogspot.com

Jika hewan seperti katak atau kodok mudah ditemukan, hal ini berbeda dengan sesilia. Amfibi satu ini keberadaannya cukup langka, tampilan fisiknya menyerupai ular. Hanya saja, perbedaan mencolok terdapat pada ukurannya yang lebih kecil.

Habitat sesilia adalah di tempat yang lembab. Mengingat bentuknya yang mirip, tidak sedikit yang menyebut amfibi satu ini sebagai anak ular atau cacing.

6. Diplocaulus

Diplocaulus
Source: tumblr.com

Jenis hewan amfibi berikutnya yang bisa dipelajari adalah diplocaulus. Pada dasarnya, hewan berdarah dingin ini hidup di zaman purba. Beberapa ahli biologi menyebutnya sebagai hewan pemakan ikan.

Bentuk fisiknya bisa dibilang mirip dengan kadal air berukuran besar. Diplocaulus mempunyai ukuran tubuh lembek dan pendek. Tidak hanya itu, kulitnya pun berlendir dan tidak jauh berbeda seperti hewan amfibi lainnya. Habitat hewan ini cenderung lebih nyaman di rawa tergenang.

7. Mudpuppy

Mudpuppy
Source: a-z-animals.com

Hewan amfibi yang satu ini memiliki habitat asli tepatnya di bagian timur laut Amerika Serikat. Namun, perlu diketahui bahwa mudpuppy juga ditemukan di beberapa wilayah Kanada.

Tidak jauh berbeda dengan amfibi lainnya, hewan ini juga menyukai tempat hidup yang lembab. Mudpuppy kerap kali bersembunyi di dalam air dengan kedalaman sekitar 90 kaki. Amfibi ini sanggup bertahan hidup sampai 20 tahun dengan makanan utamanya berupa serangga, telur ikan, dan sebagainya.

Hewan amfibi begitu beragam dan bahkan spesiesnya masih sering ditemukan sampai saat ini. Hewan berdarah dingin ini mengalami metamorfosis sehingga organ yang digunakan untuk bergerak kerap kali berbeda. Terutama ketika sudah menginjak dewasa dimana sistem respirasinya juga berubah.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar