Home ยป Cara Ternak Kroto yang Mudah Dilakukan dan Menghasilkan

Cara Ternak Kroto yang Mudah Dilakukan dan Menghasilkan

oleh tukang konten
Cara Ternak Kroto yang Mudah Dilakukan dan Menghasilkan

Ternak kroto adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan saat ini. Karena biasanya kroto atau anakan dari semut ini didapatkan secara langsung di alam liar serta jumlahnya tidak terlalu banyak, padahal kebutuhannya cukup tinggi.

Itulah kenapa peluang bisnis ini sangat menguntungkan bagi semua orang. Jadi, cara ternak kroto mulai banyak dicari karena bisa menghasilkan jutaan rupiah dalam satu bulannya. Terlebih perawatannya juga mudah.

Mengenal Kroto dan Jenisnya

Mengenal Kroto dan Jenisnya
Source: harapanrakyatonline.com

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara ternak dari kroto ada baiknya untuk mengenal apa kroto itu sendiri. Untuk mereka yang belum mengetahui, quroto adalah anakan dari semut mulai dari telur hingga yang sudah menetas.

Namun biasanya warnanya masih cenderung putih. Selain itu teksturnya juga sedikit lebih lembut sehingga sangat disukai oleh beberapa burung. Larva ini memiliki ukuran sekitar 5 mm dan juga diameter sekitar 2 mm.

Untuk yang ukuran lebih besar biasanya bisa mencapai ukuran 1 meter serta diameternya 5 mm. Dengan ukuran yang cukup kecil ini biasanya dibutuhkan jumlah yang cukup banyak untuk bisa diberikan secara langsung pada beberapa burung seperti kutilang hingga burung jalak.

Secara umum kroto yang ada di luar sana terdiri dari beberapa jenis di bawah ini.

1. Kroto Basah

Kroto ini yang paling disukai oleh burung serta sering sekali dimanfaatkan sebagai umpan ketika memancing. Dari berbagai jenis kroto inilah yang memiliki kandungan gizi paling tinggi.

Jenis ini adalah larva yang masih dalam bentuk telur atau yang masih sangat kecil. Kadar airnya cukup tinggi dan biasanya hanya bisa bertahan selama 24 jam atau jika ditaruh di lemari es bisa bertahan hingga 3 hari.

2. Kroto Halus

Selanjutnya kroto halus adalah kroto yang berasal dari semut pekerja yang ukurannya cenderung lebih besar. Biasanya krototnya di sini tidak terlalu disukai meskipun bisa awet hingga lebih dari satu minggu ketika ditaruh di lemari es.

3. Kroto Kasar

Selanjutnya kroto kasar yang biasanya merupakan ratu semut ataupun semut jantan yang memiliki ukuran cukup besar. Hampir sama dengan jenis yang halus biasanya burung tidak terlalu suka dengan jenis ini karena terlalu besar.

4. Kroto Kacang

Untuk jenis ini biasanya mengandung semua jenis kroto yang sudah disebutkan di atas. Selain itu di dalamnya juga sudah dicampur dengan beberapa bahan seperti kacang hingga beberapa biji-bijian.

Jadi sini biasanya memiliki kandungan lemak cukup tinggi serta lebih awet ketika disimpan. Jadi, cocok sekali untuk pakan ternak jenis apapun karena bisa meningkatkan.

Tahapan Ternak Kroto

Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan jika memutuskan untuk melakukan ternak dari kroto. Untuk mengetahui selengkapnya bisa disimak dalam beberapa poin di bawah ini.

1. Menyiapkan Bibit

Menyiapkan bibit
Source: kebun.co.id

Cara ternak kroto yang pertama adalah dengan menyiapkan bibit terlebih dahulu. Biasanya untuk menyiapkan itu diperlukan satu koloni semut rangrang yang berasal dari alam bebas. Cara ini lebih mudah untuk dilakukan tetapi tidak bisa mendapatkan banyak.

Biasanya beberapa orang akan membeli dari para peternak lainnya dengan harga yang nantinya koloni itu akan digunakan sebagai indukan awal sebelum nantinya akan dikembangkan agar lebih banyak.

2. Membuat Kandang

Membuat kandang
Source: blogspot.com

Tahap selanjutnya adalah dengan membuat kandang yang tepat untuk melakukan peternakan dari kroto. Untuk melakukan itu biasanya bisa menggunakan bahan-bahan tertentu seperti paralon yang cenderung tahan lama serta kedap cahaya di kedua sisinya.

Cara membuat tempat ternak kroto bisa dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah di bawah ini.

  • Pertama adalah dengan membuat rak susun dua tingkat yang bisa terdiri dari kayu ataupun bambu. Apabila ada besi akan lebih baik lagi asalkan tidak bersentuhan secara langsung dengan tembok.
  • Pada bagian bawah bisa dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air atau oli bekas sehingga nantinya koloni semut tetap ada di sana dan tidak kabur.
  • Selanjutnya bisa dimasukkan paralon yang memiliki diameter sekitar 12 cm.
  • Setelah itu pada kedua sisinya bisa diberikan daun-daunan agar merangsang semut untuk membuat sarang.
  • Terakhir dan tidak kalah penting adalah diletakkan di tempat yang tenang serta kedap dari cahaya agar bisa bertelur dengan optimal.

3. Menebar Bibit

Menebar bibit
Source: areablogger.com

Setelah kandang sudah tersedia maka tahap selanjutnya adalah dengan menebar bibit dari kroto itu ke dalam paralon. Ini harus dilakukan dengan perlahan-lahan dan menggunakan daun-daun yang memang disukai oleh semut.

Pada tahap ini biasanya semut tidak akan langsung membuat koloni di sana. Namun, seiring dengan berjalannya waktu apabila mereka sudah kerasan biasanya akan langsung membentuk koloni dengan menarik daun-daunan ke dalam paralon.

4. Memberi Pakan

Memberi pakan
Source: blogspot.com

Selanjutnya bisa memberikan pakan yang nantinya akan diletakkan di bagian sekitar dari koloni. Apa yang diberikan cukup bervariasi asalkan memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi seperti jangkrik, belalang, hingga beberapa daging seperti ayam hingga sapi.

Lakukan pemberian makanan ini secara berkala apabila sudah habis. Seiring dengan berjalannya waktu biasanya produksi dari kroto akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

5. Panen

Panen
Source: blogspot.com

Biasanya untuk melakukan budidaya membutuhkan waktu selama 6 bulan agar produksinya stabil terlebih dahulu. Apabila sudah 6 bulan biasanya bisa melakukan panen setiap 15 hari sekali atau sebulan dua kali.

Saat melakukan panen biasanya disaring terlebih dahulu dengan cara diayak. Ini dilakukan untuk memisahkan beberapa jenis kroto mulai dari yang berjenis basah hingga yang memiliki ukuran cukup besar.

Setelah melakukan itu biasanya bisa dengan mudah untuk dipasarkan atau disimpan terlebih dahulu. Namun, biasanya sudah langsung ada orang yang mengambil khususnya mereka yang sedang beternak burung.

Keuntungan Ternak Kroto

Keuntungan Ternak Kroto
Source: pintarpet.com

Beternak kroto memberikan cukup banyak keuntungan khususnya peternak. Berikut keuntungan yang bisa didapatkan dari bisnis ini.

1. Modal Tidak Besar

Salah satu keuntungan ketika melakukan ternak kroto adalah modal yang dikeluarkan tidak akan terlalu besar. Biasanya untuk pertama kali hanya sekitar 1 sampai 2 juta saja tetapi penghasilan selanjutnya bisa sangat banyak.

Apabila mengambil kroto dari alam liar biasanya akan lebih murah lagi. Tetapi untuk mendapatkan koloni semut rangrang di luar sana biasanya sulit untuk dilakukan serta membutuhkan effort yang sangat besar.

2. Hasil Banyak

Biasanya untuk bisa mendapatkan hasil yang cukup banyak membutuhkan waktu kurang lebih selama 6 bulan. Selama itu biasanya hasil yang didapatkan akan naik turun sehingga memang harus bersabar terlebih dahulu.

Meski demikian hasil akan mengalami peningkatan dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, cocok sekali untuk siapapun yang sedang mencari penghasilan pasif.

3. Keuntungan Stabil

Setelah 6 bulan biasanya keuntungan yang didapatkan akan selalu stabil bahkan bisa saja mengalami peningkatan. Biasanya peningkatan keuntungan ini akan terus berjalan sangat stabil hingga bisa mengembangkan usaha lebih jauh.

Biasanya beberapa peternak sering sekali menambah koloni setiap satu bulan sekali. Dengan melakukan itu, koloni lama yang mungkin tidak produktif lagi akan mendapatkan ganti sehingga pendapatan tidak menurun.

4. Baik untuk Perkembangan Burung

Biasanya ternak kroto ini akan sangat menguntungkan khususnya untuk mereka yang mengembangkan burung. Apalagi para peternak ini bisa langsung mendapatkan supplier secara langsung sehingga produk yang mereka miliki semakin meningkat.

Selain itu, jika memiliki peternakan ikan tertentu juga akan membutuhkan. Jadi, perkembangannya akan berjalan cukup signifikan karena selalu ada yang mencarinya.

Tips Ternak Kroto

Karena tidak terlalu banyak orang yang melakukan ternak pada kroto, kemungkinan besar akan ada beberapa kesulitan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar ternak kroto bisa berjalan dengan lancar.

1. Memahami Kualitas Kroto

Memahami kualitas kroto
Source: paktanigital.com

Salah satu tips yang bisa dilakukan ketika akan beternak kroto adalah dengan memahami kualitasnya terlebih dahulu. Seperti yang sudah dijelaskan di atas biasanya jumlah dari kroto yang basah ini sedikit dibandingkan dengan yang sudah besar.

Dengan memahami hal itu maka bisa meningkatkan kualitas dari kroto itu sendiri. Salah satunya adalah dengan tidak memanen terlalu lama sehingga kualitas yang nantinya didapatkan bisa semakin tinggi. Selain itu, harga yang nantinya ditawarkan juga meningkat.

2. Koloni yang Dipilih Tepat

Koloni yang dipilih tepat
Source: berkahkhair.com

Koloni yang dipilih untuk pertama kali harus memiliki kualitas yang sangat tinggi. Biasanya di dalamnya terdapat ratu dari semut itu sendiri serta tidak terlalu banyak anakan telur yang mengalami busuk.

Selama diberikan pakan yang tepat biasanya bisa berjalan dengan baik serta mudah bertelur. Itulah kenapa pemilihan yang awal adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan karena akan menentukan kesuksesan di masa depan.

3. Memilih Ratu yang Tepat

Memilih ratu yang tepat
Source: blogspot.com

Selanjutnya adalah pemilihan dari ratu yang harus tepat. Ratu dari semut harus kuat sehingga ketika nantinya disatukan dengan koloninya bisa bekerja sama serta menghasilkan telur dalam jumlah yang sangat banyak.

Apabila ratunya sakit-sakitan atau tidak memiliki kesempurnaan secara fisik biasanya akan sulit untuk bertelur. Kalaupun bertelur biasanya jumlahnya tidak akan terlalu banyak sehingga kroto yang dihasilkan tidak bisa maksimal.

Itulah kenapa pastikan untuk memilih ratu terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membuat peternakan. Intinya dari awal harus memilih anakan yang sempurna serta ratu yang kuat agar hasilnya semakin meningkat.

4. Perhatikan Kebersihan

Perhatikan Kebersihan Air
Source: youtube.com

Selalu perhatikan kebersihan sekitar dari kandang ketika sedang beternak. Karena jika tidak memperhatikan hal itu biasanya akan cukup merepotkan jika semua tersebut akhirnya banyak yang mati atau tidak bisa berkembang.

Bersihkan setiap hari khususnya di bagian bawah serta di bagian samping. Cek juga agar tidak ada tempat atau cara agar semut-semut itu bisa bergerak ke tembok sehingga bisa keluar semuanya.

5. Hindari Hama

Hindari hama
Source: agrozine.com

Selalu perhatikan ada atau tidaknya hama yang nantinya akan memakan semut-semut yang ada di sana. Salah satu hama yang cukup berbahaya adalah ular ataupun tikus yang bisa memakan semuanya dalam satu kali waktu.

Jadi, pastikan untuk memilih ruangan yang tepat agar hama ataupun hewan yang menyebabkan kerusakan pada koloni bisa dihilangkan. Jadi, semut bisa berkembang dengan maksimal dan akan membuat kroto yang nantinya dihasilkan semakin banyak.

Ternak kroto ternyata bisa dilakukan oleh siapapun asalkan memiliki ketelatenan yang cukup tinggi. Yang paling penting memahami bagaimana sistem kerja dari koloni semut sehingga bisa panen dalam jumlah banyak secara rutin.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar