Home » Cara Ternak Kambing yang Benar Agar Sukses & Untung!

Cara Ternak Kambing yang Benar Agar Sukses & Untung!

oleh tukang konten
Cara Ternak Kambing yang Benar Agar Sukses & Untung

Kambing adalah salah satu hewan yang permintaannya tidak sepi, terutama pada hari besar Islam seperti Hari Raya Idul Adha. Oleh sebab itu, ternak kambing bisa menjadi salah satu hal yang menguntungkan mengingat masa panen kambing relatif singkat. 

Selain itu, kambing adalah hewan ternak yang mudah diperjualbelikan. Bahkan tidak jarang pembeli langsung datang ke peternakan untuk memilih sendiri. Untuk memulainya pun tidak perlu modal yang besar, namun pola perkembangbiakannya relatif cepat dan anak-anaknya mudah beradaptasi. 

Tahapan Ternak Kambing

1. Rencanakan Dengan Matang

Rencanakan Dengan Matang
Sumber: kampustani.com

Sebelum memulai bisnis apapun, harus selalu diawali dengan perencanaan yang matang. Termasuk dalam perencanaan ini ialah pertimbangkan lokasi dimana kandang kambing akan ditempatkan. Kambing adalah hewan herbivora yang memerlukan ruang gerak cukup luas agar bisa berkembang biak.

Usahakan agar lahan ini berjarak paling tidak 15 meter dari pemukiman supaya warga tidak ditimpa bau yang mengganggu dari kotoran kambing. Selain masalah lahan, pikirkan juga tentang pembuatan kandang. Kandang ini apakah akan menggunakan kandang yang sudah jadi atau membuat sendiri. 

Jadi kalau diestimasikan, modal awal untuk beternak hewan kambing sebagai berikut.

  • Anakan kambing yang usianya sudah 3 bulan hingga 5 bulan sebanyak 5 ekor @Rp 600.000 sehingga totalnya Rp 3.000.000
  • Kandang kambing Rp 1.000.000
  • Pakan hijau 5 kali perbulan @Rp 60.000 sehingga totalnya Rp 300.000
  • Pakan konsentrat 5 kali per bulan @Rp 150.000 sehingga totalnya Rp 750.000
  • Biaya lain-lain Rp 2.000.000
  • Jumlah totalnya 7.050.000

Sekali lagi, harga di atas bisa berubah-ubah ya, apalagi harga anakan kambing perubahannya relatif cepat. Selain itu, harga kandang juga dipengaruhi oleh ukuran kandang itu sendiri. Namun kalau alat dan bahannya ada, lebih baik kandang ini buat sendiri saja supaya lebih hemat. 

2. Buat Kandang yang Nyaman untuk Kambing

Buat Kandang yang Nyaman untuk Kambing
Sumber: i2.wp.com/

Setelah dananya siap, pertama yang harus dijalankan adalah pembuatan kandang yang nyaman untuk kambing. Untuk kandang sebenarnya bisa dibuat sederhana saja mengingat kambing itu bisa dibiarkan bebas. 

Material kandang yang bisa digunakan adalah kayu dengan ukuran minimal 1,5 x 1,5 meter untuk kambing dewasa, namun ini masih menyesuaikan dengan jumlah ternaknya juga. Desain kandang kambing secara umum adalah panggung dengan kolong yang tingginya sekitar 1 meter.

Di bagian bawah kandang tersebut bisa dipasang terpal supaya kotoran tidak langsung mengenai dan mencemari tanah. Agar lebih mudah membersihkan, buat terpal itu tersambung dengan tempat pembuangan kotoran. 

3. Pilih Bibit

Pilih Bibit
Sumber: investasi.online

Jika kandang sudah siap, maka sekarang saatnya untuk mengisinya dengan bibit kambing. Kambing yang bisa dijadikan bibit adalah kambing yang bagus, yang umurnya paling tidak 8 bulan hingga 12 bulan, bulunya bersih, punggungnya lurus, tidak cacat dan hidung serta anusnya bersih.

Kembali seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harga kambing itu sangat bervariasi bahkan cukup fluktuatif. Kalau budget yang tersedia minimalis, bisa memilih jenis kambing jawa randu atau kambing kacang saja yang harganya juga lumayan murah.

Namun kalau ada dana lebih, bisa memilih kambing gibas atau kambing etawa. Modal yang harus dikeluarkan untuk kedua jenis kambing ini memang lebih banyak, namun hasilnya juga lebih menjanjikan. Paling tidak harus ada 2 ekor jantan serta 3 ekor betina untuk mengisi kandang yang sudah disiapkan. 

4. Pilih Pakan Ternak yang Berkualitas

Pilih Pakan Ternak yang Berkualitas
Sumber: danadesa.id

Pakan kambing sebenarnya sangat mudah, sebab hewan berkaki empat yang satu ini bisa diberi sisa sayuran, beraneka macam daun dan juga rumput. Namun yang harus diingat ialah jenis makanan itu akan mempengaruhi kualitas panen. 

Agar kambing tidak terpengaruh oleh racun yang menempel pada pakan, sebaiknya pakan dijemur dulu di bawah sinar matahari setidaknya selama 2 jam. Supaya tumbuh kembang ternak bisa lebih maksimal, berikan hewan ini makanan konsentrat seperti singkong cacah, ampas tahu dan bekatul.

Makanan-makanan seperti ini sangat cocok untuk penggemukan kambing karena di dalamnya kaya gizi. Kedua makanan ini harus diberikan secara seimbang supaya pencernaan hewan ternak bisa lebih baik. Menyuntikkan vitamin ke dalam tubuh kambing juga bagus untuk meningkatkan kualitasnya. 

5. Pengembangbiakan Kambing

Pengembangbiakan Kambing
Sumber: 2.bp.blogspot.com

Pengembangbiakan kambing dilakukan pada kambing dewasa yang usianya sudah mencapai 12 bulan. Saat usia ini, kambing sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa siap untuk dikawinkan. Tanda-tanda ini perlu dikenali karena siklus birahinya sekitar 17 hari dan lamanya hanya 30 jam dalam kondisi sehat. 

Biasanya jika kambing betina sedang birahi tanda-tandanya sebagai berikut.

  • Nafsu makannya berkurang
  • Memberikan respon positif atau justru diam jika dinaiki kambing jantan
  • Sering menggerakkan ekornya
  • Alat kelaminnya terlihat bengkak, warnanya merah, basah serta hangat bila dipegang
  • Kambing terlihat gelisah

Setelah tanda-tanda tersebut muncul, kambing bisa segera dikawinkan dalam waktu 12 jam hingga 18 jam untuk meminimalisir kegagalan dan proses perkawinannya mudah. Untuk mengawinkan ini cukup dengan menempatkan kambing jantan serta kambing betina dalam kandang yang sama. 

Harap diingat agar tidak mengawinkan kambing jantan dan betina yang masih saudara, misalnya induknya dengan anaknya atau anaknya dengan bapaknya, atau masih antar saudara. Sebab, perkawinan seperti ini bisa menurunkan kualitas anakan atau justru menggagalkan perkawinan. 

6. Panen

Panen
Sumber: disk.mediaindonesia.com

Masa panen bisa dilakukan setelah anak kambing berusia satu tahun dari kelahirannya. Biasanya kambing betina akan menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan setelah hamil sekitar 150 hari. Tanda-tanda itu umumnya adalah sebagai berikut. 

  • Nafsu makan berkurang
  • Alat kelaminnya membengkak
  • Susunya tampak membesar dan jika dipencet biasanya akan keluar air susu kolostrum
  • Pinggulnya seperti mengendur karena merupakan persiapan untuk melahirkan
  • Sering mengeluarkan suara
  • Menggaruk-garuk lantai kandang dengan kaki
  • Tampak gelisah

Harganya juga sangat bervariasi tergantung dari bobotnya. Namun harganya ini bisa mencapai satu juta lebih. 

Perawatan Kambing

Perawatan Kambing
Sumber: s3.ap-southeast-1.amazonaws.com

Cara ternak kambing juga selain meliputi persiapan dan pemanenan, juga meliputi perawatan supaya hasil panennya lebih maksimal. Ini adalah bagian yang tidak bisa dilewatkan mengingat kambing sangat perlu dirawat untuk mendapatkan hasil yang sesuai keinginan. 

1. Bersihkan Kandang Secara Rutin

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, model kandang panggung adalah salah satu model kandang yang biasa digunakan untuk memelihara kambing. Usahakan supaya kandang ini memiliki pencahayaan yang cukup supaya tidak terlalu lembab.

Kandang juga harus dibersihkan secara rutin sebab kandang yang kotor hanya akan membuat kambing jadi lebih mudah sakit. Tidak kalah penting lagi, dalam proses pembuatan kandang sebaiknya gunakan bahan-bahan yang kokoh supaya kandang bisa melindungi kambing dengan baik.

2. Berikan Pakan yang Cukup

Agar tumbuh sehat, kambing juga butuh makanan dalam jumlah yang cukup. Setidaknya kambing memerlukan pakan yang banyaknya sekitar 5 kg hingga 7 kg per ekor setiap harinya. Sekali lagi, makanan kambing itu bermacam-macam. 

Namun porsinya harus tepat dan jumlahnya juga harus diperhatikan supaya selalu tersedia setiap waktu. Kalau kambing sampai kekurangan makanan hijau, maka pertumbuhannya akan terganggu. Untuk mengakalinya, pakan hijau ini bisa ditanam sendiri yang berupa rumput odot. 

Sayangnya, pakan hijau terkadang tidak bisa tersedia terus menerus. Ada juga masa dimana pakan hijau untuk kambing jadi sangat sulit ditemukan. Pada masa seperti ini, perlu dicarikan pakan alternatif untuk menghindari kambing kekurangan gizi.

Apa saja yang bisa dijadikan pakan alternatif juga harus diketahui supaya tidak salah dalam memberi. Sebab, kalau sampai salah memberi bukan tidak mungkin kambing jadi tidak sehat dan bahkan mati. Diantara pakan alternatif yang cocok dijadikan pilihan ialah daun mahoni dan daun nangka.

Bisa juga daun kayu palembang atau pakan yang bisa dibuat tanpa perawatan berarti di atas lahan yang terbatas. Contohnya fodder jagung hidroponik. Namun lagi-lagi, sebelum diberikan kepada kambing, pastikan dulu bahwa semua bahan pakannya itu bebas racun, bebas penyakit dan juga bebas ulat.

3. Waspada Penyakit yang Bisa Menjangkit Kambing

Memperhatikan kesehatan kambing juga termasuk bagian dari perawatan yang bisa diberikan. Apalagi kambing juga terdapat sejumlah masalah kesehatan yang mengintainya. Masalah kesehatan itu bisa diakibatkan salah satunya oleh kandang yang kotor serta lembab.

Bukan hanya soal tempat tinggal, soal pakan juga ikut mempengaruhi kesehatan bahkan keberlangsungan hidup kambing. Jika pakan tidak diberikan secara optimal, ini akan membuat ketahanan tubuh kambing menurun. 

Ada baiknya juga jika Anda mengisolasi kambing, baik kambing yang baru didapatkan maupun kambing yang tengah sakit. Tujuannya selain sebagai bentuk perawatan, supaya kambing lain tidak tertular dan ikut-ikutan sakit. 

4. Silase dan fermentasi Pakan

Masih terkait dengan pakan lagi, untuk menghindari peristiwa kekurangan pakan yang dapat mengganggu kesehatan kambing, pelajarilah soal silase serta fermentasi pakan. Untuk peternakan sendiri umumnya terintegrasi dengan budidaya tanaman di sekitar area peternakan. 

Jadi pada saat tanaman yang biasa dijadikan pakan sedang belum panen, peternak jadi tidak kesulitan. Silase dan fermentasi pakan sendiri adalah salah satu penerapan teknologi terkini yang membantu pakan supaya tetap ada dalam waktu yang lama. 

5. Perawatan untuk Anak Kambing yang Baru Lahir

Layaknya manusia, induk kambing juga akan kelelahan setelah melalui proses melahirkan yang panjang. Saat seperti ini, biasanya induk tidak akan begitu perhatian pada anaknya. Oleh sebab itu, anak kambing ini harus dibantu dirawat oleh pemilik apalagi jika induk seperti enggan untuk menyusui.

Menghadapi kasus yang seperti ini, bisa dibantu menyiapkan larutan susu buatan supaya kebutuhan nutrisi anak kambing tetap bisa terpenuhi. Alat dan bahan serta langkah-langkahnya ada di bawah ini:

  • Siapkan bahan berupa susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, telur ayam 1 butir dan air matang 1 cangkir
  • Kocok kuning telur tadi supaya hancur dan masukkan ke dalam botol dot bayi, masukkan juga bahan-bahan yang lainnya
  • Masukkan ujung dot bayi ke dalam mulut anak kambing dan biarkan si anak kambing meminumnya hingga habis

Susu buatan ini diberikan sehari sebanyak dua kali sampai induk mau menyusui anaknya. Biasanya induk akan menyusui anaknya selama 2,5 hingga 3 bulan jika di peternakan modern. Setelah melewati masa itu, kambing bisa disapih lalu diajari mengenal pakannya. 

6. Pemberian Air Minum 

Kambing tidak hanya butuh makan untuk hidup, namun butuh air juga. Sebaiknya air ini adalah air bersih yang diberikan dalam wadah yang bersih pula. Air harus disediakan setiap hari di kandang, oleh sebab itu pengecekan secara berkala sangat penting. 

Kalau air minumnya tampak akan habis, segera tambah atau ganti dengan air yang baru supaya kambing tidak mengalami dehidrasi dan kekurangan air. 

Ternak kambing sebenarnya sangat mudah, namun tidak semua orang bisa melakukannya. Diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat kambing supaya hasil panennya berkualitas dan untung yang didapatkan juga besar.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar