Home » 10 Cara Merawat Kelinci dan Jenis-jenisnya

10 Cara Merawat Kelinci dan Jenis-jenisnya

oleh tukang konten
10 Cara Merawat Kelinci dan Jenis-jenisnya

Kelinci memang menjadi hewan peliharaan favorit dengan bulunya yang lembut dan tubuh yang menggemaskan. Meski begitu, cara merawat kelinci wajib diperhatikan agar kelinci memiliki umur yang panjang dan bisa tumbuh dengan baik.

Umumnya, kelinci dapat bertahan hidup hingga 5-10 tahun bahkan lebih jika dirawat dengan baik dan tepat. Untuk mengetahui cara merawat kelinci dengan baik dan benar, mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Cara Merawat Kucing yang Tepat

Cara Merawat Kucing yang Tepat
Source: scmp.com

Banyak orang memilih kelinci untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan karena karakteristiknya yang menggemaskan dan seru diajak bermain. Agar kelinci yang dipelihara bisa tumbuh dengan baik dan berumur panjang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut ini.

1. Siapkan Kandang yang Nyaman

Cara merawat kelinci agar tumbuh dengan baik adalah dengan mempersiapkan tempat yang nyaman untuk tinggal. Tempatkan kandang kelinci di dalam ruangan untuk mencegah suhu yang ekstrem terutama saat musim kemarau.

Kelinci juga membutuhkan ruang gerak yang luas agar mereka lebih leluasa untuk bergerak dan beraktivitas. Ukuran kandang kelinci setidaknya 5 kali dari ukuran tubuhnya sehingga mereka bebas berdiri, berbaring, dan bergerak tanpa menyundul atap kandang. 

Agar kelinci bisa tumbuh dengan baik, ajak kelinci untuk bermain dan berolahraga selama beberapa jam. Selain melompat dan berlarian, kelinci juga menyukai aktivitas berjelajah di lingkungan tempat tinggal mereka.

2. Siapkan Littering Box

Masih seputar kandang, cara merawat kelinci yang tepat yaitu menyiapkan littering box atau kotak kotoran untuk buang air besar dan kecil. Siapkan kotak kotoran dengan ukuran sedang dan dangkal yang diletakkan di dekat tempat makanan atau minuman kelinci.

Apabila kelinci dibiarkan berkeliaran di dalam ruangan rumah, maka pemilik kelinci wajib menyiapkan beberapa kotak kotoran yang diletakkan di beberapa tempat. Kebanyakan kelinci juga lebih menikmati bersantai di kotak kotoran sehingga pemilik bisa menyiapkan kotak berukuran cukup besar. 

3. Penuhi Asupan Makanan

Cara perawatan kelinci yang sangat perlu untuk diperhatikan yaitu pemenuhan asupan makanan. Hewan menggemaskan satu ini memiliki sistem pencernaan yang kompleks sehingga mereka membutuhkan asupan makanan yang tepat.

Pemberian makanan yang kurang tepat dapat menyebabkan pertumbuhan kelinci menjadi kurang maksimal. Berikut ini beberapa makanan utama yang bisa diberikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kelinci:

Sayuran

Sebagai salah satu hewan pemakan tumbuhan atau herbivora, Anda bisa memberikan makanan kepada kelinci berupa sayuran. Beberapa jenis sayuran yang bagus untuk pencernaan kelinci antara lain daun ketumbar, daun selada, peterseli, dan sayuran dengan daun hijau gelap lainnya.

Jerami

Selain sayuran, kelinci juga membutuhkan asupan rumput jerami untuk membantu sistem pencernaannya. Jerami juga menjadi sumber serat yang sangat dibutuhkan oleh kelinci untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan seperti diare, obesitas, dan bola rambut.

Rumput Awetan

Rumput awetan juga menjadi salah satu makanan kelinci yang baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang kelinci. Tumbuhan ini disebut juga sebagai hay ini memiliki kandungan serat dan nutrisi penting lainnya yang bagus untuk pertumbuhan kelinci, mengurangi terjadinya gigi tonggos, dan hairball.

Biji-bijian

Biji-bijian juga menjadi makanan kelinci yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis biji-bijian yang bisa diberikan untuk kelinci antara lain jagung, padi, kedelai, biji bunga matahari, kacang hijau, dan lain sebagainya.

Makanan satu ini bisa menjadi sumber kekuatan dan energi bagi kelinci, terutama yang sedang hamil dan menyusui. Sebelum memberikan biji-bijian sebagai pakan kelinci, sebaiknya tumbuk biji-bijian terlebih dahulu agar lebih mudah dicerna. 

Umbi-umbian

Umbi-umbian seperti talas, ubi jalar, singkong, atau wortel juga bisa diberikan kepada kelinci sebagai camilan sehat. Khusus untuk singkong, sebaiknya diberikan kepada kelinci saat sudah menjadi gaplek dengan cara direbus terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dan ditumbuk hingga halus.

Buah-buahan

Tidak hanya sayur dan jerami, buah-buahan juga menjadi salah satu jenis makanan sehat yang bagus untuk tumbuh kembang kelinci. Buah-buahan yang bagus untuk pertumbuhan kelinci antara lain pepaya, apel, pir, stroberi, blueberry, prem, melon, dan persik.

Pelet

Pelet juga bisa menjadi makanan sampingan yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan kelinci. Meski begitu, pelet hanya boleh diberikan sebagai suplemen pendamping dalam jumlah kecil yaitu sekitar 1/8 hingga ¼ cangkir untuk per 1 pon (500 gram) dari tubuh kelinci setiap harinya.

4. Hindari Beberapa Makanan Tertentu

Karena sistem pencernaan pada kelinci cukup sensitif, maka hindari beberapa makanan tertentu seperti kacang-kacangan, kentang, kol, bawang merah, bambu, dan lain-lain. Jangan berikan makanan untuk kelinci yang mengandung cokelat atau permen.

Apabila kelinci dibiarkan berkeliaran di dalam rumah, pastikan semua kabel listrik berada di luar jangkauan kelinci karena kebiasaannya yang suka mengunyah benda. Jauhkan pula dari benda-benda yang mengandung racun seperti bahan pembersih, insektisida, dan rodentisida.

Selain itu, pastikan kelinci tidak bisa menjangkau tanaman seperti lidah buaya, calla lily, azalea, philodendron, lily of the valley, dan umbi tanaman lainnya yang bisa meracuni kelinci.

5. Penuhi Suplai Air

Selain memenuhi kebutuhan pangan, kelinci juga membutuhkan asupan air yang cukup. Pastikan untuk selalu mengganti air untuk minum kelinci minimal satu kali sehari. Pastikan juga bahwa kelinci dapat menggunakan botol atau wadah minum secara benar.

Bersihkan botol setiap harinya agar tabung botol minum kelinci tidak tersumbat. Apabila menggunakan mangkuk sebagai tempat minum, maka gunakan mangkuk yang cukup berat agar airnya tidak mudah tumpah.

6. Pelihara Kelinci Lebih dari Satu

Cara merawat kelinci selanjutnya agar berumur panjang yaitu tidak membiarkan kelinci hidup sendiri. Sebagai hewan sosial, kelinci akan lebih bahagia ketika hidup berpasangan atau berkelompok dengan kawannya dibandingkan hidup sendiri.

Apabila Anda ingin memelihara kelinci, maka pastikan untuk mengadopsi sepasang. Sebagai hewan yang kompleks baik secara sosial, fisiologis, maupun psikologis, kelinci sangat membutuhkan pengawasan dan perhatian khusus.

7. Jaga Kebersihan Kandang

Cara merawat kelinci agar tidak mati yaitu dengan selalu menjaga kebersihan kandangnya. Bersihkan kandang minimal satu kali seminggu. Tetap awasi kelinci ketika kandangnya sedang dibersihkan. Bersihkan serutan kayu atau jerami yang kotor, kemudian cuci kandang menggunakan air hangat.

Agar tidak bau dan kotoran yang menempel pada kandang cepat hilang, sebaiknya gunakan sabun dan bilas hingga bersih. Keringkan kandang dan isi dengan serutan kayu atau jerami bersih. Bersihkan juga tubuh kelinci dengan sikat lembut dan tidak perlu dimandikan jika tidak terlalu kotor.

8. Siapkan Tempat Persembunyian

Meskipun termasuk hewan sosial, kelinci ternyata suka bersembunyi karena nalurinya yang terbiasa hidup di alam liar. Letakkan kotak kayu atau kardus sebagai tempat persembunyian. Pastikan tempat persembunyian untuk kelinci memiliki ukuran yang cukup besar agar kelinci merasa nyaman.

9. Sediakan Mainan

Selain menyiapkan tempat persembunyian, sediakan juga mainan yang bisa digigit. Pastikan mainan untuk kelinci aman dan tidak membuatnya terluka. Hal ini bertujuan agar kelinci tidak stres.

10.  Periksa Kesehatan

Cara merawat kelinci selanjutnya yang wajib dilakukan yaitu memeriksakan kesehatan kelinci ke dokter hewan setidaknya sekali dalam satu tahun. Kelinci juga membutuhkan pemeriksaan tahunan agar kesehatannya tetap terjamin.

Jenis-Jenis Kelinci dan Karakteristiknya

Setelah mengetahui bagaimana cara merawat kelinci yang tepat, Anda juga harus mengetahui jenis-jenis kelinci. Berikut ini beberapa jenis atau ras kelinci beserta karakteristiknya yang cocok dijadikan hewan peliharaan:

1. Kelinci Anggora

Kelinci Anggora
Source: loperonline.com

Hampir sama seperti kucing anggora, kelinci anggora juga memiliki bulu yang halus dan lebat. Kelinci anggora merupakan kelinci tertua yang ditemukan pertama kali di Ankara Turki oleh seorang pelaut Inggris, kemudian menyebar ke berbagai negara.

Ciri khas dari kelinci jenis ini yaitu memiliki bulu yang tebal di seluruh permukaan tubuhnya dengan variasi bulu warna putih, cokelat, abu-abu, hitam, putih hitam, dan lain sebagainya. Kelinci jenis ini juga memiliki sifat yang lembut.

2. Kelinci Himalayan

Kelinci Himalayan
Source: animalmedia.org

Kelinci Himalayan memiliki ciri-ciri mata berwarna merah muda, bentuk telinga yang khas, dominasi bulu berwarna putih, dan ukuran tubuh yang terbilang kecil. Di habitat aslinya, kelinci ini tergolong hewan nokturnal yang mencari makan di malam hari dan menghabiskan waktu tidur di siang hari.

Kelinci jenis ini biasanya memiliki 2 kombinasi atau 3 kombinasi warna bulu atau yang sering dikenal dengan sebutan kembang telon (tri coloured dutch).

3. Kelinci Dutch

Kelinci Dutch
Source: tukangreview.com

Sesuai dengan namanya, kelinci jenis ini berasal dari Belanda dengan ciri-ciri warna bulu perpaduan antara warna cokelat, abu-abu, dan hitam. Kelinci jenis ini juga memiliki bentuk bulu yang khas yaitu melingkar secara merata.

4. Kelinci New Zealand

Kelinci New Zealand
Source: pethelpful.com

Kelinci New Zealand tergolong jenis kelinci berbadan besar, maka tak jarang daging kelinci jenis ini sering dijadikan sebagai hidangan makanan. Ada 3 macam warna yaitu kelinci New Zealand warna putih, kelinci New Zealand warna merah, dan kelinci New Zealand warna hitam.

Ketiga warna ini memang menjadi warna bulu kelinci New Zealand yang paling populer. Kelinci jenis ini juga memiliki mata merah, bulu yang halus dan mulus, serta badan yang padat.

5. Kelinci Tan

Kelinci Tan
Source: wikipedia.org

Kelinci Tan memiliki bentuk badan yang mungil dengan bulu yang mengkilap dan sangat terang di bagian tengkung, bawah dagu hingga dada, dan bawah kaki. Kelinci jenis ini memiliki pilihan warna bulu hitam abu-abu dan coklat kemerahan. 

Pada awal ditemukannya di tahun 1880, kelinci ini masih liar dan terkesan penakut. Namun, setelah berhasil dikembangbiakkan, kelinci ini menjadi sangat penurut. Cara merawat kelinci jenis ini juga terbilang mudah sehingga cocok untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan.

6. Kelinci Satin

Kelinci Satin
Source: animalcorner.org

Kelinci Satin merupakan jenis kelinci yang berasal dari Amerika dengan bobot tubuh berkisar 3,8 kg hingga 5 kg. Kelinci jenis ini memiliki ciri-ciri berupa telinga yang tegak dan tidak terlalu panjang, kepala sedikit bulat, dan bulu yang tebal dengan jarak bulu yang sangat rapat.

Warna bulu kelinci satu ini juga sangat variatif antara lain warna krem, cokelat, merah, dan perak. Selain itu, ada juga yang memiliki kombinasi warna totol putih. Agar bulunya tetap halus dan tidak mudah rontok, cara merawat kelinci ini yaitu menyikat atau menyisir bulunya secara rutin.

7. Kelinci English Spot

Kelinci English Spot cara merawat kelinci
Source: wikipedia.org

Kelinci asal Inggris ini mulai dikembangbiakan pada abad ke-19 yang dikenal juga dengan sebutan English Rabbit (kelinci Inggris). English Spot merupakan hasil persilangan antara kelinci anggora, Himalayan, Flemish giant, Patagonian, English lop, dutch, dan silver.

Jenis ini memiliki bulu berwarna dasar putih dengan titik-titik yang tersebar di seluruh tubuhnya. Titik-titik ini memiliki warna yang beragam seperti cokelat, abu-abu, dan hitam. 

8. Kelinci Rex

Kelinci Rex
Source: wikipedia.org

Kelinci Rex merupakan keturunan kelinci liar yang ditemukan pada tahun 1919 di Perancis dengan ciri bulu yang lembut dan halus. Kelinci ini memiliki warna yang bervariasi antara lain dalmatian rex (bertotol), white rex, ermine rex, papillon rex, dan black rex.

9. Kelinci Flemish Giant

Kelinci Flemish Giant cara merawat kelinci
Source: animals.howstuffworks.com

Sesuai dengan namanya, kelinci Flemish Giant memiliki tubuh yang besar dan bobot yang berat, bahkan bisa mencapai 13 kg. Berdasarkan catatan dari Guinness World Record, kelinci jenis ini ada yang mencapai berat 22,33 kg dan dinobatkan sebagai kelinci terberat di dunia.

Kelinci ini terdiri dari 6 varian warna yaitu putih, abu-abu terang, biru, abu-abu besi, hitam, dan coklat kuning muda dengan bentuk tubuh yang panjang, dada berisi, dan tulang yang besar.

10. Kelinci Lop

Kelinci Lop
Source: ingeniovirtual.com

Kelinci lop memiliki bentuk kepala lebar dengan telinga menggantung dari kepala hingga pipi. Kelinci ini terdiri dari beberapa jenis antara lain Holland lop, English lop, French lop, American lop, fuzzy lop, dan anggora lop.

Cara merawat kelinci yang masih kecil hingga dewasa di atas bisa dijadikan sebagai referensi agar kelinci dapat bertumbuh dengan baik dan berumur panjang. Meskipun ada banyak jenis kelinci di dunia, namun jenis kelinci yang paling mudah ditemui di Indonesia yaitu anggora. 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar