Home ยป Cara Budidaya Belut yang Menghasilkan Banyak Keuntungan

Cara Budidaya Belut yang Menghasilkan Banyak Keuntungan

oleh tukang konten
Cara Budidaya Belut yang Menghasilkan Banyak Keuntungan

Budidaya belut di Indonesia sudah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, jumlah orang yang melakukannya belum terlalu banyak. Padahal permintaan dari belut khususnya yang ukurannya besar cukup tinggi di Indonesia.

Apalagi belut juga merupakan salah satu makanan yang cukup disukai oleh banyak orang di Indonesia. Di beberapa tempat malah dijadikan salah satu makanan khas yang selalu dicari. Jika memiliki keinginan untuk budidaya belut listrik, simak ulasan ini hingga selesai.

Peluang Budidaya Belut di Indonesia

Peluang Budidaya Belut di Indonesia
Source: liputan6.com

Peluang budidaya belut di Indonesia cukup tinggi. Apalagi hewan ini merupakan salah satu komoditas konsumsi yang cukup diminati oleh masyarakat. Selain itu, di beberapa daerah juga digunakan sebagai salah satu makanan khas.

Belum dipilih karena memiliki daging yang cukup banyak serta rasanya juga cukup enak. Bahkan yang memiliki ukuran besar juga bisa diolah menjadi makanan Jepang yang memiliki harga sangat tinggi di restoran.

Sayangnya selama ini perut memang lebih sering didapatkan secara langsung dari mencari di sawah. Sangat jarang sekali budidaya atau peternakan belut yang ada di Indonesia. Kalaupun ada biasanya jumlahnya tidak akan terlalu banyak.

Padahal untuk kualitas yang cukup tinggi seperti yang ukurannya besar harganya bisa sampai ratusan ribu rupiah. Itulah kenapa, memulai budidaya belut adalah pilihan yang tepat. Namun, pahami terlebih dahulu bagaimana cara melakukan itu.

Cara Budidaya Belut di Indonesia

Ikuti beberapa langkah di bawah ini jika memutuskan untuk melakukan budidaya belut. Cara ini harus dilakukan mulai dari awal sampai akhir untuk mendapatkan belut yang berkualitas dan cocok sekali untuk berbagai kebutuhan restoran.

1. Menyiapkan Wadah yang Tepat

Menyiapkan Wadah yang Tepat
Source: yahoo.com

Hal pertama yang harus dilakukan apabila ingin mulai ternak belut adalah dengan menyiapkan wadahnya terlebih dahulu. Biasanya jika ingin melakukan ternak belut wadahnya ada dua yaitu berupa kolam ataupun polybag yang ukurannya besar.

Di dalamnya bisa diisi air secara langsung atau bisa juga diisi dengan sebagian lumpur. Keduanya bisa digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dari belut asalkan perawatan yang nantinya diberikan sudah sesuai dengan anjuran.

Namun ternyata ada saat ini adalah dengan membesarkan belut tanpa menggunakan lumpur sama sekali. Jadi, hanya menggunakan air saja yang diberikan beberapa tambahan nutrisi.

2. Memilih Bibit Unggul

Memilih Bibit Unggul
Source: aquaculturenorthamerica.com

Pemilihan bibit belut juga sangat penting untuk menentukan apakah nantinya bisa tumbuh dengan besar atau tidak. Di luar sana ada banyak orang yang menjual bibit belut yang memiliki ukuran kecil atau ukuran yang sedikit lebih besar.

Apabila ingin membesarkan untuk ukuran standar restoran biasanya bisa menggunakan yang ukurannya kecil. Namun, jika ingin membesarkan dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama biasanya bisa memilih yang barangnya sedikit lebih besar.

Selain itu ada juga yang menginginkan belut dengan ukuran yang cenderung lebih besar. Biasanya bibit yang nantinya digunakan mungkin akan sedikit berbeda karena spesies yang dipakai mungkin tidak akan sama seperti bentuk standar.

3. Memberikan Pakan Rutin

Memberikan Pakan Rutin
Source: quinneysbush.co.nz

Cara budidaya belut yang ketiga adalah dengan memberikan pakan secara rutin. Biasanya belut akan diberikan pakan berupa hewan-hewan yang mengandung protein cukup tinggi serta menjadi salah satu makanan alaminya di alam liar.

Biasanya pemberian sudah dalam bentuk cincangan halus sehingga lebih mudah untuk makan. Selain itu, belut juga bisa tumbuh dengan maksimal apabila pemberian dilakukan setiap hari atau sesuai dengan kebutuhan.

Biasanya pakan untuk kulit ini bervariasi mulai dari cacing tanah hingga cacing sutra. Selain itu juga bisa diberikan keong sawah ataupun bekicot sebagai alternatif protein yang cukup mudah didapatkan.

Apabila sulit mendapatkan beberapa hewan masih bisa menggunakan campuran dari pelet dan juga limbah organik lainnya dari berbagai sayuran. Itulah kenapa tidak ada salahnya untuk mengkombinasikan banyak hal agar pertumbuhan optimal.

4. Memantau Kondisi

Memantau kondisi
Source: inphedia.id

Setelah memberikan pakan secara rutin hal yang perlu dilakukan ketika melakukan ternak belut adalah memantau kondisinya. Pemantauan ini bisa dilakukan dengan pengecekan setiap satu minggu sekali.

Dalam pengecekan ini akan terlihat seperti apa pertumbuhan dari belut dari waktu ke waktu. Apabila belut terlihat sangat gemuk atau pertumbuhannya pesat berarti perlakuannya sudah sesuai.

Sebaliknya apabila pertumbuhannya justru terhambat atau semakin kurus berarti ada yang salah. Harus ada perubahan mulai dari menggunakan pakan yang tepat sampai memisahkan beberapa belut agar kolam tidak terlalu padat.

5. Panen

Panen
Source: rimbakita.com

Apabila ukuran dari perut sudah sesuai dengan keinginan bisa dilakukan panen. Panen bisa dilakukan secara langsung apabila sudah ada orang yang akan mengambilnya.

Biasanya selalu ada orang yang sudah memesan terlebih dahulu sebelum melakukan panen. Dengan begitu, peluk-peluk yang nantinya dipanen tidak akan rusak atau mati karena bisa langsung diolah sesuai dengan kebutuhan.

Panen biasanya dilakukan dengan mengangkat belut yang sudah seseorangnya. Setelah itu bisa dimasukkan ke dalam wadah khusus yang lebih bersih. Biasanya wadah itu berisi air untuk mendiamkan belut selama semalaman.

Biasanya cara ini dilakukan agar kandungan lumpur yang ada pada belut itu keluar dengan sendirinya. Apabila belut hanya dimasukkan ke dalam air dan tidak dimasukkan ke dalam lumpur biasanya proses ini hanya memakan waktu selama beberapa saat saja.

Setelah dipanen biasanya juga ada proses pemisahan mana saja belut yang memiliki ukuran besar kecil. Biasanya yang memiliki ukuran lebih besar memiliki harga yang cenderung lebih mahal dibandingkan yang ukurannya standar.

6. Membersihkan Tangki

Membersihkan tangki
Source: Gardening Know How. com

Setelah melakukan panen biasanya wadah berupa tangki ataupun kolam harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah dibersihkan bisa diberi air untuk didiamkan selama beberapa saat. Apabila sudah bersih barulah siap untuk digunakan lagi.

Pembersihan ini bisa dilakukan secara langsung untuk menghilangkan berbagai kotoran yang mungkin akan berbahaya. Karena belut adalah salah satu hewan yang cukup sensitif dengan lingkungannya. Jika tidak bersih, dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan.

Sebelum digunakan biasanya akan didiamkan terlebih dahulu selama beberapa hari. Selain itu bisa juga ditambahkan beberapa cairan organik lain yang bisa meningkatkan pertumbuhan dari plankton atau sejenisnya.

Jadi, ketika sudah dimasukkan belut biasanya bisa langsung dipakai untuk membesarkan. Kandungan organik yang ada di dalamnya juga bisa meningkatkan pertumbuhan dari belut selain didapatkan dari pakan.

7. Mengulangi Siklus

Mengulangi siklus
Source: farmfo.blogspot.com

Ulangi lagi semua siklus yang sudah dilakukan di atas. Lakukan evaluasi berkali-kali dari panen yang sudah ada agar bisa melakukan ternak belut yang optimal dengan biaya yang kecil tetapi hasilnya cukup tinggi.

Ikuti langkah yang ada di dalam artikel ini untuk bisa langsung mendapatkan hasil yang sesuai. Selain itu, lakukan juga konsultasi dengan orang-orang yang pernah melakukan ternak sebelumnya agar mendapatkan ilmu yang lebih banyak.

Biasanya siklus yang diulangi tersebut akan berbeda. Namun seiring dengan berjalannya waktu akan ada beberapa perubahan seperti adanya jenis belut yang berbeda atau adanya jenis perlakuan yang bervariasi untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna.

Kesulitan Budidaya Belut dan Solusinya

Kesulitan Budidaya Belut dan Solusinya
Source: youtube.com

Ada banyak sekali kesulitan yang bisa didapatkan jika memutuskan untuk melakukan budidaya belut. Dengan memperhatikan hal di bawah ini, risiko mengalami kegagalan akan semakin kecil.

1. Salah Benih

Salah satu kesulitan terbesar ketika melakukan budidaya belut adalah salah memilih benih atau bibit. Karena biasanya ada belut yang bisa tumbuh secara maksimal dan ada juga yang meski sudah dipelihara cukup lama ukurannya tetap kecil.

Jadi pilih mana saja yang paling sesuai agar bisa dibesarkan secara optimal. Selain itu, jangan lupa untuk mempelajari beberapa jenis belut yang mudah dibudidayakan di Indonesia.

2. Pakan yang Tidak Sesuai

Terkadang ada juga pakan yang tidak sesuai sehingga pertumbuhan dari telur tidak optimal. Solusinya adalah dengan melakukan uji coba terlebih dahulu dan mencari tahu kira-kira mana pakan yang sesuai dengan belut jenis tertentu.

Pemberian pakan ini biasanya disesuaikan juga dengan lingkungan. Karena terkadang di beberapa daerah ada yang lebih mudah mendapatkan jenis makanan tertentu dan ada juga yang cukup sulit karena harganya lebih mahal.

Jadi, memang disarankan untuk selalu berhati-hati jika melakukan pemberian pakan. Apabila tidak sesuai bisa saja beliau tidak bisa tumbuh secara optimal atau justru mengalami mati.

3. Tidak Diberi Pakan secara Rutin

Pemberian pakan harus dilakukan secara rutin untuk bisa mengoptimalkan pertumbuhannya. Apalagi belut itu berada di tempat khusus sehingga mereka tidak bisa mencari makan sendiri. Jika diabaikan pertumbuhannya akan sangat ramah.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas pemberian pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang dimiliki oleh belut. Terkadang ada belut yang membutuhkan nutrisi tertentu sehingga pakannya bisa divariasikan.

Normalnya pemberian pakan memang diberikan setiap hari. Biasanya akan dikombinasikan dengan pemberian bahan-bahan hewani dengan bahan-bahan nabati agar memberikan nutrisi yang lebih optimal.

4. Tidak Diberikan Vitamin

Biasanya belut ataupun beberapa jenis ikan akan diberikan vitamin setiap beberapa minggu atau bulan sekali. Pemberian vitamin ini bisa dalam bentuk cairan atau bisa juga dalam bentuk bahan organik.

Nantinya vitamin ini bisa memaksimalkan pertumbuhan karena hewan ini akan semakin sehat. Jadi, meskipun di dalam kolam pertumbuhannya bisa optimal serta tidak mudah sakit.

Tips Budidaya Belut agar Mudah Cuan

Tips Budidaya Belut agar Mudah Cuan
Source: youtube.com

Beternak belut memang tidak semudah yang dipikirkan oleh banyak orang. Namun, jika dilakukan dengan baik bisa menghasilkan banyak keuntungan. Simak tips di bawah ini agar tidak melakukan kegagalan.

1. Pahami Pasar Belut

Usahakan untuk memahami terlebih dahulu bagaimana pasar belut yang ada di Indonesia. Karena pasar belut yang ada di Indonesia biasanya bervariasi di setiap daerahnya khususnya di tempat yang banyak orang menyukai.

Jadi pahami pasar belut dan cari kira-kira mana yang membutuhkan dalam jumlah banyak. Dengan begitu, apabila sudah panen akan lebih mudah untuk menjualnya.

2. Pelajari Belut yang Bisa Diternak

Pelajari pelet mana saja yang bisa diternakkan atau dibesarkan. Dengan begitu, saat membesarkan bisa mendapatkan hasil yang optimal serta pertumbuhannya juga bisa meningkat dibandingkan ketika masih dalam bentuk bibit.

Apabila sudah memahami hal ini biasanya pemilihannya akan jauh lebih mudah. Jadi, ketika dibesarkan hasilnya bisa sesuai dengan ekspektasi.

3. Gunakan Pakan yang Tepat

Selalu menggunakan pakan yang tepat atau yang direkomendasikan. Biasanya pakan yang cukup direkomendasikan Ini mengandung protein yang cukup tinggi. Nantinya protein ini akan membantu pertumbuhan daging dari belut agar bisa lebih maksimal.

4. Pilih Media yang Tepat

Usahakan untuk memilih media pembesaran yang sesuai. Bisa memilih media bentuk air ataupun air bercampur dengan beberapa lumpur sesuai dengan habitat asli yang dimiliki oleh telur.

5. Membandingkan Metode

Bandingkan beberapa metode pembesaran yang sudah ada dan melihat kira-kira mana yang lebih optimal. Karena bisa saja satu metode lebih unggul dari metode yang lain karena ada pengaruh pada cuaca ataupun jenis air yang dipakai.

Melakukan budidaya belut sangat menjanjikan jika dilakukan dengan tepat. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu. Apalagi belum juga termasuk salah satu jenis hewan yang mudah sekali untuk dibudidayakan di Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar